Forum Masyarakat Gula Indonesia Bukan Untuk Saingi DGI
Selasa, 25 Jul 2006 14:16 WIB
Jakarta -
Para pelaku industri gula membentuk Forum Masyarakat Gula Indonesia (FMGI). Namun ditegaskan, pembentukan FMGI ini tidak dimaksudkan untuk menandingi Dewan Gula Indonesia (DGI).Forum ini merupakan perwujudan kesadaran dari berbagai unsur diantarnya petani, produsen dan distributor gula untuk menuju kemajuan industri gula Indonesia.Demikian Ketua Umum FMGI Agus Pakpahan dalam jumpa pers usai acara peluncuran FMGI di Hotel Aston, Atrium Senen, Jakarta, Selasa (25/7/2006).DGI sendiri dibentuk berdasarkan Keppres No 109 tahun 2000 tanggal 26 Juli 2000. DGI dibentuk sebagai forum koordinasi bagi penetapan kebijakan umum di bidang pergulaan nasional yang bertanggung jawab kepada presiden.DGI dibentuk dengan memasukkan unsur petani, perusahaan gula, lembaga konsumen, penyalur, pekerja, perguruan tinggi dan pemerintah. Agus menambahkan, ada hal-hal yang tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah dalam hal ini DGI dalam menangani persoalan gula di Indonesia. Persoalan-persoalan itu, kata Agus, dapat diseleasikan di lapangan. "Forum ini lah yang akan menangani persoalan itu," tegasnya.Forum ini diharapkan dapat bersinergi termasuk dengan DGI dalam rangka menuju Indonesia yang berswasembada gula. "Target kita adalah bagaimana Indonesia swasembada dalam gula, tidak lagi menjadi negara pengimpor gula," imbuhnya.Hal senada disampaikan Sekjen FMGI yang juga Dirut PT RNI Rama Prihandana. "Kami menyadari untuk mengambil kembali kejayaan gula Indonesia hanya mungkin dicapai apabila seluruh potensi di bidang pergulaan bersatu padu," tegasnya.Forum ini memiliki harapan agar potensi dana yang selama ini ada dan berputar di dalam masyarakat gula Indonesia dapat dimanfaatkan secaar optimal untuk mengakselerasi upaya revitalisasi industri gula Indonesia. Saat ini industri gula nasional mencapai produksi lebih kurang 2,5 juta ton dan dari tahun ke tahun meningkat. Dan Indonesia saat ini masih tercatat sebagai negara pengimpor gula terbesar kedua di dunia. Mengenai Sugar Fund, Agus mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong kembali pembentukannya melalui reformasi dan mekanisme yang sinergi yaitu kerjasama BUMN, swasta dan petani.
(qom/)










































