Fahmi Minta Ekspor Ethanol Ditutup

Fahmi Minta Ekspor Ethanol Ditutup

- detikFinance
Selasa, 25 Jul 2006 17:53 WIB
Jakarta - Untuk mengembangkan biofuel atau bahan bakar nabati (BBN) sebagai pengganti BBM, Menteri Perindustrian Fahmi Idris meminta penghentikan izin ekspor ethanol atau tetes tebu."Saya sudah kirim surat ke Departemen Perdagangan dan Departemen Pertanian agar ekspor tetes tebu dihentikan karena produksi terbatas, karena adanya kebutuhan besar untuk industri biofuel," kata Fahmi.Hal itu diungkapkan Fahmi, dihadapan ratusan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dalam dialog mengenai bioenergi di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (25/7/2006).Fahmi menjelaskan, berdasarkan perhitungan Departemen Perindustrian (Depperin), saat iniproduksi ethanol mencapai 170 ribu kilo liter (kl) per tahun yang diproduksi oleh 10 perusahaan.Dari jumlah tersebut sebanyak 143 ribu kilo liter atau 84 persen dikonsumsi dalam negeri untuk industri minuman beralkohol dan farmasi. Sementara 27 ribu kilo liter atau 10 persen diekspor.Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri masih diimpor ethanol sebanyak 3.000 ton sehingga surplus produksi dalam negeri hanya 24 ribu kilo liter."Ethanol diproses menjadi bioethanol dengan pengurangan kadar air hingga maksimal 1 persen, bioethanol merupakan bahan bakar campuran bensin untuk menjadi gasohol," jelas Fahmi.Sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro berharap pengembangan biofuel menciptakan tambahan lapangan kerja 3,6 juta orang pada 2006-2010. Serta membuka lahan baru 6 juta hektar untuk budidaya tanaman tebu, singkong, sawit dan jarak. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads