Tim BBN Siapkan Insentif Untuk Investor BBN
Selasa, 25 Jul 2006 21:34 WIB
Jakarta -
Tim nasional pengembangan bahan bakar nabati (Tim BBN) menggodok skema insentif yang akan diberikan untuk investor. Insentif disiapkan untuk memacu program pengembangan bio fuel. "Kami tengah mengajukan skema pada pemerintah, yang mencakup 3 bidang antara lain riset, investasi dan perdagangan," ujar Ketua Tim BBN Al Hilal Hamdy saat berdialog dengan KADIN di Hotel Hilton, Senayan, Jakarta, Selasa (25/7/2006).Untuk bidang riset, usulannya adalah penghapusan pajak penghasilan bagi perusahaan yang meriset BBN. Untuk menarik investasi, tim BBN bersama Kadin mengusulkan pemberian tax holiday dan tax allowance bagi investor baru yang berminat. Untuk bidang perdagangan, diusulkan pengurangan pajak minimal setara dengan pajak ekspor.Menurutnya ada 15 Investor dan perbankan nasional yang siap mengucurkan investasi proyek penyediaan bahan baku dan pengolahan BBN (Biofuel). Diperkirakan tersedot dana Rp 200 trilyun, Rp 100 triliun untuk onfarm dan sisanya outfarm."Beberapa investor tersebut antara lain Itochu, perusahan energi asal Jepang yang siap melakukan pengolahan Ethanol di Lampung beberapa bulan ke depan, dengan nilai investasi US$ 25 juta," imbuhnya.PTPN dan Sampoerna Group jua menyatakan niat mengembangkan pengolahan tebu dan singkong di Jawa Timur dengan nilai investasi US$ 80 juta. "Mereka perlu 14 bulan merealisasikan investasinya yang mencakup penyediaan bahan baku hingga pembangunan pabrik pengolahan," kata Komisaris Utama PLN ini. Untuk pendanaan, Hilal menyatakan beberapa bank nasional bersedia mengucurkan dana senilai Rp. 100 triliun, sisanya oleh investor. Rp 100 triliun untuk pengembangan BBN diperuntukkan bagi proses on farm seperti pembibitan, dan proses panen.Sisanya untuk proses pabrikasi, hingga menghasilkan output berupa bahan bakar pengganti premium, suplemen minyak tanah dan suplemen Solar.Harga pokok penyediaan (HPP) dari perhitungan tim tersebut untuk biodiesel harga minyak nabati ditambah Rp 1500, untuk HPP bio oil harga minyak nabati ditambah Rp 300 perliter dan untuk HPP bio ethanol harga bahan baku (tetes tebu, singkong) ditambah Rp 1500 perliter.
(fay/)










































