Pelaku UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Cara Ini Lho!

ADVERTISEMENT

Pelaku UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Cara Ini Lho!

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 29 Nov 2022 16:03 WIB
Ilustrasi UMKM
Foto: dok. Tokopedia
Jakarta -

Perkembangan UMKM di Indonesia terus berkembang meski ada hantaman pandemi COVID-19. Oleh karenanya, pemerintah beberapa tahun belakangan ini kerap mendorong pelaku UMKM untuk berkembang lewat pengemasan, desain produk, pelayanan hingga proses produksi yang mumpuni.

Wilson Wijaya, Pendiri Wilz Global Industries yang juga berangkat dari UMKM sebelum bisnisnya berkibar memahami hal ini. Asal tahu saja, masa kecil Wilson yang berasal dari keluarga broken home serta berkekurangan menimpanya menjadi pribadi yang lebih peka terhadap orang yang tidak memiliki nasib baik.

"Saya berbisnis sejak SMP itu saya termotivasi untuk membeli hp sendiri. Berawal dari uang Rp 5ribu pemberian ayah tiri sampai kini akhirnya bisa punya perusahaan sendiri dan mempekerjakan orang banyak," ungkapnya.

Wilson menuturkan menjadi orang yang kesulitan finansial dan harus bertahan hidup tidaklah mudah, hal ini yang mendasarinya untuk berbisnis dengan fokus membantu UMKM. Awalnya sebelum pandemi Wilz Global berfokus pada bisnis penjualan makanan, kosmetik dan elektronika. Namun begitu covid mereda, Ia mengalihkan bisnisnya ke sektor alat medis yang kala itu dibutuhkan orang banyak.

Selama covid, Ia pun melihat banyak UMKM yang bertahan namun sedikit kesulitan disoal desain produk, web hingga digital marketing. Pria lulusan SMK Cinta Kasih Tzu Chi jurusan Akuntansi ini pun mencoba menghadirkan solusi bagi UMKM. Selama dua tahun ini, Ia pun membantu puluhan bahkan ratusan UMKM untuk mendapatkan jasa desain grafis profesional dan murah.

"Sangat banyak desainer profesional yang tidak bersahabat dengan UMKM baik dari segi harga dan pelayanan. Nah, larean saya sendiri ada pengalaman dalam hal UMKM jadi saya tahu kondisi mereka seperti apa. Jasa ini sangat dibutuhkan bagi mereka, kalau mereka berkembang kan kita juga ikut senang," lanjutnya.

Ia menuturkan saat ini, Wilz Global membedakan layanan untuk klien korporasi dan klien UMKM dari sisi harga saja, sedangkan dari hasil pengerjaan keduanya sama. Ke depan, Wilson juga berencana untuk mencari dan menghadirkan solusi-solusi bagi UMKM. Bisa dari sisi web design, digital marketing, akses pasar internasional hingga pendampingan usaha.

"Rencana kami memang ingin berfokus mendigitalisasi UMKM hingga bisa dijangkau semua orang dengan cara kami sendiri atau berbeda dengan yang dilakukan orang lain. Sekarang semua jasa desain dan segala macam keperluan website bagi UMKM kami sudah layani," tambah dia.

Wilson menyebut jasa yang ditawarkan bagi UMKM hanya berkisar Rp 50 ribu saja untuk desain digital, sedangkan di perusahaan lainnya jasa termurahnya bahkan dimulai Rp 5 juta. Selain itu, Ia juga terbuka bagi para desainer muda yang ingin magang maupun menimba ilmu di Wilz Global Industries selama ada keinginan untuk belajar dan hati terbuka untuk menerima saran dan kritik.

"Intinya saya membangun bisnis ini ya untuk membantu UMKM, karena latar belakangan kehidupan saya yang susah. Jalan untuk keluar dari jurang kemiskinan adalah berbisnis, dan itu dimulai dari skala UMKM dulu," tutupnya.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT