Meski Naik Peringkat, RI Masih Jauh dari Investment Grade

Meski Naik Peringkat, RI Masih Jauh dari Investment Grade

- detikFinance
Rabu, 26 Jul 2006 14:52 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengucap syukur setelah lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) menaikkan peringkat Indonesia. Namun untuk menuju level investasi masih terlalu jauh bagi Indonesia."Masih panjang jalannya," cetus Sri Mulyani saat dicegat wartawan di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (26/7/2006).Dengan kenaikan peringkat itu, Indonesia berharap biaya penerbitan obligasi bisa turun. "Karena spread-nya lebih kecil dari US Treasury. Kemarin waktu penerbitan obligasi spread-nya sudah bagus," jelasnya.Meski demikian, Indonesia tidak serta-merta langsung menerbitkan global bond. "Kalau kayak gitu, berarti APBN saya kacau dong. Nggaklah, global bond kan diterbitkan sesuai kebutuhan," tandasnya.S&P menaikkan peringkat utang jangka panjang dalam valas Indonesia dari B+ menjadi BB-. Sementara utang jangka panjang dalam mata uang lokal naik dari BB menjadi BB+. Sementara peringkat utang jangka pendek tetap B, dengan outlook tetap 'stabil'.S&P menaikkan peringkat Indonesia setelah melihat adanya perbaikan kondisi fiskal yang salah satunya terlihat dari penurunan rasio utang. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads