Anggaran Ketahanan Pangan Jadi yang Paling Cilik di APBN 2023

ADVERTISEMENT

Anggaran Ketahanan Pangan Jadi yang Paling Cilik di APBN 2023

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 01 Des 2022 14:17 WIB
ilustrasi ketahanan pangan
Foto: Ilustrasi: Ivon
Jakarta -

Pemerintah telah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 sebesar Rp 3.061,2 triliun. Angka ini terdiri atas belanja pemerintah pusat mencapai Rp 2.246,5 triliun dan transfer ke daerah Rp 814,7 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, anggaran akan diprioritaskan ke peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan alokasi ke pendidikan sebesar Rp 612,2 triliun. Alokasi ini menjadi yang terbesar di APBN.

"Itu untuk pemerintah pusat Rp 237,1 triliun, transfer ke daerah sebesar Rp 305,6 triliun, pembiayaan pendidikan sebesar Rp 69,5 triliun," tambahnya.

Di sisi lain, ternyata alokasi anggaran ketahanan pangan menjadi yang paling kecil, dengan besaran anggaran di angka Rp 104,2 triliun. "Untuk ketahanan pangan Rp 104,2 triliun, belanja pemerintah pusat Rp 817 triliun transfer ke daerah Rp 222,5 triliun," ujar Sri Mulyani.

Lebih lanjut, Sri Mulyani pun memaparkan alokasi anggaran ke bidang kesehatan. Karena prioritasnya berpindah dari kesehatan ke pendidikan, kini anggaran kesehatan 2023 diberikan menurun dari saat-saat puncak pandemi Covid-19 yang sempat mencapai lebih dari Rp 200 triliun.

"Tidak hanya anggarannya Pak Menkes yang tadi disampaikan, ada anggaran Rp 178,7 triliun dimana belanja dari pemerintah pusat Rp 118,7 triliun, transfer ke daerah Rp 60 triliun," katanya.

Kemudian, alokasi selanjutnya untuk perlindungan sosial dengan besaran Rp 476 triliun. Dilanjutkan dengan bidang energi, termasuk subsidi dan kompensasi sebesar Rp 341,3 triliun.

Tidak hanya itu, ada juga alokasi ke infrastruktur 2023 dengan besaran mencapai Rp 392,1 triliun, serta yang terakhir ialah alokasi untuk pertahanan keamanan TNI Polri sebesar Rp 316,9 triliun.

"APBN 2023 dirancang sebagai instrumen untuk tetap menjaga optimisme dan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan dari risiko global," ujar Sri Mulyani.

"Dan sekarang saatnya juga APBN mulai disehatkan kembali. Resiko dari perekonomian serta APBN bergeser dari tadinya ke arah pandemi, menjadi risiko global," tambahnya.

Sementara menyangkut pendapatan negara 2023, pemerintah menargetkan sebesar Rp 2.463 triliun. Di dalamnya, perpajakan ditargetkan mencapai Rp 2.021 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 441,4 triliun dan hibah Rp 0,4 triliun.

(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT