LIVE! d'Mentor: Awas, Gelombang Ganas PHK!

ADVERTISEMENT

LIVE! d'Mentor: Awas, Gelombang Ganas PHK!

Edward F. Kusuma - detikFinance
Kamis, 01 Des 2022 14:15 WIB
Jakarta -

Angka kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) meningkat tajam jelang pergantian tahun 2023. Hal ini diprediksi oleh para ekonom sebagai kuda-kuda atas narasi resesi yang kuat mencuat di kuartal ke-4 2022.

Data Kementerian Tenaga Kerja RI (Kemnaker) menunjukkan bahwa pada periode Maret hingga September 2022 menunjukkan bahwa ada 9000 orang dari berbagai wilayah di Indonesia menjadi korban PHK. Sementara itu, gelombang PHK pun kian membesar seiring mendekatnya tahun ekonomi gelap 2023.

Tercatat, banyak perusahaan besar ramai-ramai melakukan PHK terhadap para karyawannya, mulai dari BUMN hingga perusahaan teknologi. Sementara itu,
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengomando Kementerian Perindustrian agar menyiapkan langkah-langkah dalam menghalau gelombang PHK. Menurutnya, walaupun belum ada kasus PHK di sektor industri, tindakan antisipatif tetap perlu disiapkan.

"Kami harap Kemenperin cari kebijakan lanjutan yang diperlukan, sangat diperlukan ini untuk antisipasi forward looking. Hari ini belum terjadi (badai PHK), namun ke depannya perlu diperhatikan agar tidak terjadi PHK," ungkap Airlangga dalam peluncuran Indeks Kepercayaan Industri (IKI), di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2022).

Soal PHK sebagai imbas dari ancang-ancang resesi, Anthony Leong Ketua Umum Pengusaha Jasa Kantor Bersama Indonesia (PERJAKBI) Mengatakan bahwa masa resesi bisa digunakan bagi para pengusaha untuk memangkas beban produksi. Ia meyakini bahwa tahun 2023 akan ada waktu dimana resesi tidak melulu tentang jatuhnya sektor ekonomi. Dengan kata lain, resesi bisa menjadi dua mata pisau bagi para pengusaha.

"Banyak perusahaan juga menunggu momen yang tepat untuk melakukan PHK. Somehow mereka tidak susah-susah amat melakukan itu karena ada momen yang pas. Curi kesempatan. Ada kondisi dimana sekarang ini sumber daya manusia bisa tergantikan dengan sistem," ungkapnya dalam d'Mentor detikcom, Kamis (20/10)

Lalu, bagaimana nasib pekerja di tahun 2023? Apakah PHK searah yang terjadi belakangan ini masih terus akan terjadi? Bagaimana Kemenaker melihat fenomena ini? Menghadirkan C. Heru Widianto, S.E., M.M. (Direktur KPPHI Kemnaker) dan Piter Abdullah (Direktur Segara Institute), saksikan live d'Mentor dengan tema "Awas, Gelombang Ganas PHK!", Kamis 1 Desember 2022 pukul 19.00 wib melalui kanal web serta Youtube detikcom.

(vys/vys)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT