Cerita Menkes Atur Anggaran hingga Berhemat Sana-sini

ADVERTISEMENT

Cerita Menkes Atur Anggaran hingga Berhemat Sana-sini

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 01 Des 2022 22:09 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden: Menkes Budi Gunadi Sadikin
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kementeriannya mampu menghemat anggaran kesehatan, namun tetap menghasilkan outcome yang besar. Kementerian Kesehatan sendiri merupakan salah satu kementerian yang dalam 3 tahun berturut-turut anggarannya menurun.

Menurut Budi, kondisi ini pun merefleksikan kondisi dari pandemi Covid-19 sendiri, yang semakin ke sini semakin membaik. Budi pun bercerita, saat awal masa jabatannya di 2021 silam, Kementerian Kesehatan menghabiskan dana sekitar Rp 200 triliun lebih.

Kemudian di 2022 ini, ia menyebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani memberinya dana sekitar Rp 136 triliun. Salah satu faktor yang membantu penghematannya ialah karena adanya vaksin sumbangan.

"Tapi karena kita bisa berhemat sana-sini, vaksinnya sebagian juga sebagian vaksin sumbangan, mungkin kita capai (realisasi) 90-95% dari itu. Jadi mungkin dari Rp 200-an triliun, turun sekitar Rp 120 sampai 130-an triliun," kata Budi di Istana Kepresidenan, dilansir melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (01/12/2022).

Tidak hanya itu, penghematan anggaran Kementerian Kesehatan juga terbantu dengan Kementerian Keuangan, dalam menata ulang serta mensinergikan anggaran tersebut. Yang mana anggaran tersebut juga dapat disinergikan dengan anggaran kementerian dan lembaga lain yang masih berkaitan.

"Contoh anggaran SDM, fokusnya kita mau merekrut. Merekrut ini banyaknya di daerah, anggaran mereka nggak ada, itu nggak masuk anggaran saya. Tapi saya hadap ke Ibu Menkeu, kita bisa bikin namanya DAU (dana alokasi umum) spesifik grant," kata Budi.

"Jadi ada yang Rp 25 triliun kita bisa alokasikan khusus untuk menerima tenaga PPK, dari ratusan ribu yang ada di pemerintah daerah. Jadi bisa dialokasikan lewat situ," tambahnya.

Di luar itu, Budi mengatakan, banyak sekali kesempatan untuk integrasi anggaran dengan kementerian dan lembaga lain demi efektifitas dan efisiensi. Yang terpenting ialah, layanan kesehatan masyarakat harus tetap ditingkatkan meskipun anggaran sebisa mungkin diturunkan.

"Tapi yang kita ingin sampaikan adalah kita bisa menurunkan anggaran tanpa mengurangi outcome, malah menambah outcome," ujarnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT