Segini Harga Rumah yang Bisa Dibeli untuk Gaji UMP DKI Rp 4,9 Juta

ADVERTISEMENT

Segini Harga Rumah yang Bisa Dibeli untuk Gaji UMP DKI Rp 4,9 Juta

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 03 Des 2022 18:00 WIB
Arsitek mengecek fisik bangunan di perumahan bersubsidi tipe 21 Graha Sejahtera Tempel, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (18/2).  

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi dengan skema bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT).
KPR/Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Rumah menjadi aset yang penting untuk dibeli. Membeli rumah yang nyaman juga merupakan impian setiap orang, terutama pekerja-pekerja di Jakarta. Tahun depan, upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta naik 5,6% menjadi Rp 4,9 juta. Dengan gaji bulanan itu, rumah seperti apa yang bisa dibeli oleh pekerja di Jakarta?

Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari Assad, menjelaskan adapun syarat dari mendapatkan KPR rumah maksimal 30% dari gaji yang didapat. Maka 30% dari Rp 4,9 juta, jadi cicilan yang bisa didapat maksimal Rp 1,47 juta.

Jika misalnya rumah yang mau diambil seharga Rp 300 juta, dengan DP 10%. Kemudian dihitung dengan bunga saat ini untuk KPR 6%. Menurut Teja masih sulit dijangkau oleh pekerja dengan UMP Rp 4,9 juta.

Kalau dihitung, harga rumah Rp 300 juta, DP 10% maka Rp 30 juta. Harga KPR rumah yang perlu dibayar Rp 270 juta. Untuk periode cicilan 15 tahun saja dengan bunga 6%, pekerja harus mampu mencicil Rp 2,3 juta per bulan.

"Kalau diambil cicilannya 20 tahun Rp 1,9 juta/bulan, kalau 30 tahun saja Rp 1,6 juta/bulan. Berarti Rp 300 juta nggak bisa," jelasnya, kepada detikcom, Sabtu (3/12/2022).

Pekerja dengan gaji Rp 4,9 juta tidak bisa ambil rumah seharga Rp 300 juta, karena maksimal syarat KPR itu adalah 30% gaji. Sementara 30% dari Rp 4,9 juta hanya Rp 1,47 juta.

Kemudian, jika membeli rumah seharga Rp 250 juta. Dalam hitung-hitungannya, masih ada kemungkinan pekerja gaji Rp 4,9 juta membeli rumah seharga itu. Misalnya mau beli harga rumah Rp 250 juta, dengan DP 10% dan bunga KPR 6%. DP yang harus dibayarkan sebanyak Rp 25 juta, maka KPR-nya Rp 225 juta.

Periode cicilan yang direkomendasikan selama 25 tahun, maka cicilan yang bisa didapat Rp 1,44 juta. Angka itu masih memenuhi syarat KPR maksimal 30% gaji.

"Tetapi rumah-rumah itu (Rp 250 juta) itu tidak ada di Jakarta. Di daerah Bogor, Tangerang di ujung agak jauh ya itu. Bisa (beli rumah) tetapi karena Rp 250 juta itu biasanya ada di pinggiran," ujarnya.

Menurut Teja, jika ingin mampu mencicil dengan harga yang lebih lagi, bisa dilakukan oleh pasangan suami istri yang dua-duanya memiliki gaji bulanan. Teja juga merekomendasikan untuk membeli rumah subsidi, yang memiliki bunga rendah dan biasanya DP Rp 0.

Sementara Perencana keuangan Finansia Consulting Eko Endarto Eko Endarto mengatakan untuk membeli rumah dengan gaji bulanan Rp 4,9 juta, tergantung pada harga rumah dan skema pinjamannya.

"Ya maksimal 40% masih boleh lah karena bersifat rumah, rumah kan bersifat aset yang meningkat nilainya jadi masih boleh 40%. Kalau katakanlah gaji Rp 5 juta (Rp 4,9 juta) kalau 40% artinya cicilannya itu Rp 2 jutaan ya. Berarti cari rumah yang cicilannya Rp 2 jutaan perbulan," jelasnya.

Atau menurutnya, jika ingin rumah dengan harga yang sesuai keinginan berarti bisa diatur berapa jangka waktu cicilannya. Kurang lebih biasanya waktu cicilannya 20-25 tahun bergantung lagi dengan harga rumahnya.

(ada/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT