Hasil Riset: 91% Karyawan Startup Ingin Resign

ADVERTISEMENT

Hasil Riset: 91% Karyawan Startup Ingin Resign

Almadinah Putri Brilian - detikFinance
Minggu, 04 Des 2022 15:00 WIB
Happy and smiling fashionable businesswoman throwing paperwork in the air, celebrating success and working in the modern office with a red brick wall
Ilustrasi Karyawan Startup Resign (Foto: iStock)
Jakarta -

Hasil riset menemukan bahwa tenaga kerja di sektor teknologi startup rentan untuk meninggalkan perusahaan. Sebanyak 91% karyawan mengaku terbuka untuk meninggalkan perusahaan jika ada kesempatan baru.

Hal ini diungkapkan dalam buku panduan Growth & Scale Talent Playbook yang diluncurkan oleh firma modal ventura Alpha JWC Ventures bersama konsultan global Kearney and platform rekrutmen GRIT pekan ini. Penelitian ini melibatkan ratusan karyawan startup dan hampir 40 pendiri startup di enam negara ASEAN.

Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan tiga faktor utama karyawan meninggalkan tempat kerja. Pertama, mendapatkan tawaran kompensasi yang lebih baik. Kedua, ketidaksejajaran dengan visi dan budaya perusahaan. Terakhir, minimnya kesempatan untuk berkembang.

Di Indonesia sendiri, ketidakcocokan dengan visi-misi perusahaan maupun dengan pimpinan atau rekan sejawat adalah alasan terbanyak yang diberikan karyawan untuk meninggalkan perusahaannya saat ini.

Di tengah tingginya keterbukaan karyawan untuk meninggalkan tempat kerja, para perekrut juga memiliki tantangan dalam mempertahankan karyawan. Berdasarkan survei, ditemukan tiga tantangan utama bagi para perekrut dalam mempertahankan karyawan, yaitu kompensasi, ketidakcocokan antara keterampilan dan pengalaman, serta persepsi akan perusahaan sebagai tempat yang sesuai untuk karyawan mengembangkan karir (employer branding).

Menanggapi hal tersebut, dalam buku panduan ini menghadirkan enam pilar penting untuk menarik, membangun, dan mempertahankan tenaga kerja digital. Keenam pilar tersebut yaitu budaya, rekrutmen pekerja, pemberdayaan karir, talent retention and exit, hadiah dan kompensasi, serta adanya infrastruktur pemberdayaan pekerja.

"Kami sadar bahwa dukungan untuk startup, terutama di bidang manajemen tenaga kerja, sangat dibutuhkan terutama di kondisi ekonomi saat ini. Pimpinan startup harus mengambil langkah tepat untuk menyeimbangkan antara upaya untuk berkembang dan keberlanjutan finansial, dan ini membutuhkan SDM yang tepat, mulai dari rekrutmen hingga retensi," jelas Partner Alpha JWC Ventures, Erika Dianasari dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (4/12/2022).

Erika juga berharap dengan rilisnya buku panduan ini dapat membekali startup-startup untuk bertahan serta menjadi market leader di industrinya masing-masing.

Partner & President Director Kearney, Shirley Santoso juga mengungkapkan bahwa mengembangkan sumber daya manusia yang solid adalah salah satu prioritas terpenting dan kunci utama bagi perusahaan supaya visi digital mereka dapat berhasil.

"Tentunya hal ini baru dapat dicapai dengan adanya usaha bersama antara pimpinan perusahaan dan jajaran lainnya dalam upaya yang berkelanjutan, juga mencakup seluruh tingkat organisasi," ujar Shirley.

(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT