Miranda: Jangan Berpuas Diri dengan Kenaikan Peringkat
Kamis, 27 Jul 2006 11:55 WIB
Jakarta - Kenaikan peringkat oleh Standard and Poor's (S&P) sebaiknya tidak membuat Indonesia berpuas diri. Masih banyak hal yang harus dikerjakan pemerintah dan Bank Indonesia."Tentunya kita harus tetap jangan berpuas diri. Masih banyak yang harus dikerjakan," ujar Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (27/7/2006).S&P menaikkan peringkat utang jangka panjang dalam valas Indonesia dari B+ menjadi BB-. Sementara utang jangka panjang dalam mata uang lokal naik dari BB menjadi BB+. Outlook tetap stabil."Kita ingin bukan hanya foreign curency ratingnya yang membaik, tapi mungkin dalam waktu yang tidak lama kita berharap diperbaiki rating negaranya, sovereign ratingnya," ujar Miranda.Dengan kenaikan peringkat itu, lanjut Miranda, menunjukkan bahwa manajemen utang luar negeri Indonesia semakin baik. "Dan ini diakui bahkan tentunya jauh bisa lebih baik kalau saja beberapa kelemahan yang disebut itu bisa diperbaiki. Tapi kan kita sedang dalam proses menjadi baik," jelas Miranda.Kenaikan peringkat diberikan oleh S&P karena menilai kondisi fiskal Indonesia semakin membaik. Namun S&P masih melihat beberapa kelemahan seperti masih tingginya jumlah utang. Juga masih terdapat masalah daya saing, infrastruktur, ketidakpastian hukum, korupsi dan ketenagakerjaan.Miranda mengakui kenaikan peringkat itu membawa dampak yang positif terhadap nilai tukar rupiah. "Dengan diperbaiki rating itu, kita sudah lihat rupiah menguat," jelasnya.
(qom/)











































