Utang Garuda ke ECA yang Layak Dibayar Hanya US$ 300 Juta

Utang Garuda ke ECA yang Layak Dibayar Hanya US$ 300 Juta

- detikFinance
Kamis, 27 Jul 2006 13:22 WIB
Jakarta - Dari sekitar US$ 510 juta utang PT Garuda Indonesia ke Export Credit Agency (ECA), hanya sekitar US$ 300 juta yang layak dibayar. Pemerintah pun akan minta ECA sharing the pain dengan Garuda."Yang layak dilunasi sekitar US$ 300 juta. Yang US$ 200 juta itu yang kita sebut unsustainable debt. Oleh karena itu, mereka itu (ECA) sebaiknya sharing the pain," tegas Menneg BUMN Sugiharto.Ia menyampaikan hal itu di sela acara seminar implementasi good governance sebagai upaya pencegahan korupsi di BUMN di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (27/7/2006)."Mereka juga harus menanggung sebagian dari akibat karena dulu itu barangkali waktu operating list dilakukan, harga yang ditawarkan apakah itu wajar atau tidak. Kita tidak tahu jelas," imbuhnya.Sugiharto juga menegaskan, dalam kesepakatan sebelumnya juga tidak disebutkan bahwa pemerintahlah yang harus menanggung utang Garuda."Tidak ada konsekuensi bahwa pemerintah harus membayar ECA. Yang harus bayar ya Garuda sebagai korporat," tegasnya.Soal berbagi beban kewajiban ini, kata Sugiharto, akan dimasukkan dalam agenda perundingan antara ECA dan Garuda yang akan digelar September mendatang. "Nanti mereka akan minta revisi proposal dari manajemen Garuda mengenai usulan restrukturisasi Garuda," tambahnya.ECA, lanjut Sugiharto, menyambut kedatangan pemerintah Indonesia yang dianggap sebagai sebuah itikad baik. "Artinya, akan ada constructive solution dengan mereka," katanya.Saat ini utang Garuda kepada kreditor mencapai sekitar 791 juta dolar AS, sebanyak 510 juta dolar AS adalah utang ke ECA, 130 juta dolar AS ke pemegang surat utang (promissory notes), dan sisanya kepada Bank Mandiri dan PT Angkasa Pura II. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads