83 SPBU Melakukan Kecurangan Pengisian BBM

83 SPBU Melakukan Kecurangan Pengisian BBM

- detikFinance
Kamis, 27 Jul 2006 14:19 WIB
Jakarta - Tim Terpadu Pemantauan Pengawasan, Pengendalian, Penanggulangan dan Penyalahgunaan BBM (Timdu BBM) menemukan 83 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dari 228 SPBU di Pulau Jawa yang melakukan kecurangan kepada konsumen.Kecurangan itu dilakukan dengan mengurangi volume antara 60 mililiter sampai 1.300 mililiter per 10 liter. Akibat kecurangan yang dilakukan 83 SPBU ini telah mengakibatkan kerugian Rp 4,7 miliar."Ini adalah data yang disidak oleh Timdu BBM. Sedangkan jumlah SPBU di seluruh Indonesia mencapai 3.364 unit. Jika semua diperika potensi kerugian mencapai Rp 43 miliar," kata Ketua Timdu BBM Slamet Singgih di Wisma Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Kamis (27/7/2006).Berdasarkan hasil sidak terhadap 228 SPBU itu terdapat 108 SPBU yang tidak melakukan pelanggaran. Sedangkan 83 SPBU melakukan pengurangan volume, 3 SPBU melayani pembelian BBM dengan dirigen dan drum, dan 7 SPBU merekayasa alat dispenser.Jumlah kerugian konsumen dari 83 SPBU yang melakukan pengurangan volume antara lain premium sebanyak 1,05 juta liter, solar 284 ribu liter, pertamax 10.899 liter, pertamax plus 4.554 liter, sehingga total mencapai 1.357.425 liter.Menurut Singgih, kecurangan yang dilakukan 83 SPBU tersebut adalah dengan merekayas alat dispenser baik dengan cara sederhana maupun menggunakan peralatan canggih. Peralatan sederhana itu contohnya memakai kawat logam dan yang canggih menggunakan remote control."Jadi ketika ada sidak, remote control dipencet higgga normal kembali pengisiannya," ujar Singgih.Singgih juga mengungkapkan sejumlah SPBU yang melakukan kecurangan dengan menggunakan kawat antara lain, SPBU nomor 3416802 di Cileungsi Jonggol, SPBU 3410202 di Tanah Abang II Jakarta dan SPBU 3413102 di Jalan Raya Bekasi.Sedangkan yang menggunakan remote control adalah SPBU 3417519 di Jalan Mangunjaya Tambun Bekasi. SPBU-SPBU ini telah dikenai sanksi dengan penghentian suplai BBM selama dua bulan.Menurut Singgih, daerah yang paling banyak melakukan kecurangan adalah SPBU di wilayah UMPS (unit pemasaran) III yang meliputi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.Sidak dilakukan oleh Timdu sejak Maret 2005 sampai pertengahan Juni 2006. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads