Pesan Menteri Jokowi ke Pengusaha: Jangan Buru-buru PHK!

ADVERTISEMENT

Pesan Menteri Jokowi ke Pengusaha: Jangan Buru-buru PHK!

Brigitta Belia Permata Sari - detikFinance
Selasa, 06 Des 2022 15:50 WIB
Menko PMK jawab soal lulusan keguruan pilih kerja di pertambangan
Foto: YouTube/Universitas Airlangga: Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy
Jakarta -

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan sudah mengantisipasi soal PHK karyawan. Salah satunya dengan berdialog dengan para pengusaha dan juga wakil organisasi pekerja.

"Antisipasi sudah, tapi memang masih kita lihat di lapangan masih bisa dikendalikan. Saya sudah berkunjung ke Serang, kemarin ke Kabupaten Semarang, dialog dengan para pengusaha dan juga wakil organisasi pekerja. Mereka sudah ada titik temu, misalnya mengenai pengurangan jam kerja, pemotongan hari kerja, merumahkan karyawan. Itu semua dibolehkan asalkan ada kesepakatan dan betul-betul disepakati bersama antara pihak pekerja dan pihak perusahaan, yang penting dihindari sejauh mungkin PHK," kata Muhadjir pada wartawan di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Selasa ( 6/12/2022).

Muhadajir juga meminta pengusaha tidak terburu-buru melakukan PHK. Kementerian Ketenagakerjaan juga sudah membuat surat terkait perlindungan dna menjamin kebijakan yang dibuat oleh suatu perusahaan.

"Jadi mata rantai itu yang kita amankan dulu, yang penting jangan terburu-buru melakukan PHK. Kalau ada pengaturan itu, termasuk pengaturan upah, silahkan bicarakan. Kementerian Ketenagakerjaan, saya lihat juga sudah membuat surat untuk payung hukum, untuk menjamin kebijakan yang dihasilkan oleh pihak perusahaan dengan pekerja. Itu ada payung hukumnya," tuturnya.

Lain halnya dengan pekerja pabrik, Muhadjir mengatakan karyawan startup yang terkena PHK masih memiliki peluang besar dalam mendapatkan pekerjaan. Sebab startup umumnya melibatkan tenaga kerja yang berkualitas.

"Startup itu masalahnya beda, tapi starup ini umumnya melibatkan tenaga kerja high skill, sehingga kalau seandainya ada PHK, kemungkinan untuk beralih ke bidang pekerjaan lain yang berkaitan misalnya IT, industri kreatif, itu masih bisa, masih tinggi peluang," ujarnya.

Meski begitu, ia juga menyoroti tentang lapangan kerja yang kurang memadai saat ini. Muhadjir pun menceritakan tentang generasi sandwich yang belakangan ini banyak terjadi di kalangan masyarakat.

"Angka pindah kerja di industri startup itu memang sangat tinggi. Tapi yang kita waspadai lapangan pekerjaan yang low skill, yang biasanya mereka pekerja formal generasi pertama, di mana orang tuanya dulu bukan pekerja formal, dan karena itu kehidupannya bergantung kepada anaknya sekarang. Sementara anaknya ini menanggung beban keluarga yaitu punya anak, istri atau suami, sehingga dia ini disebut generasi sandwich, harus menanggung ke atas dan ke bawah," ujarnya.

"Iya ini harus kita selamatkan, kita cegah, karena apa? implikasi untuk menghasilkan kemiskinan baru sangat tinggi, tentu saja kita peduli dengan PHK di sektor lain termasuk startup, tetapi ini yang kita prioritaskan (pabrik tekstil, garmen)," pungkasnya.

Lihat juga Video: Kelesuan Pasar Global Sebabkan PHK Massal Industri Padat Karya

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT