Pemerintah Siapkan Impor Beras 200 Ribu Ton, Sudah Dibeli Tinggal Kirim!

ADVERTISEMENT

Pemerintah Siapkan Impor Beras 200 Ribu Ton, Sudah Dibeli Tinggal Kirim!

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 06 Des 2022 19:15 WIB
Beras impor dari Vietnam dan Thailand masuk ke gudang Bulog di Kelapa Gading. Total beras yang masuk sebanyak 281.000 ton.
Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta -

Pemerintah sudah membeli beras impor sebanyak 200 ribu ton. Badan Pangan Nasional mengatakan, jumlah beras impor itu belum masuk ke Indonesia tetapi baru disiapkan untuk sewaktu-waktu memang diperlukan langsung impor.

"Kita siapkan 200 ribu ton di luar negeri, nanti begitu diperlukan waktunya, kita masukan," kata Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/12/2022).

"Iya kita beli kita taruh dulu," lanjutnya.

Arief menjelaskan saat ini pihaknya masih tetap mengutamakan beras dari petani di dalam negeri. Hanya saja, pembelian beras impor itu memang untuk persiapan cadangan beras jika memang diperlukan.

Menurut Arief, dari perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri diperintahkan agar stok beras jangan sampai kekurangan. Oleh sebab itu, pihaknya mengupayakan untuk memenuhi cadangan tersebut, termasuk mempersiapkan impor.

"Seperti biasa utamakan pasi dari dalam negeri duluan, tapi ayng in kita cadangakan. Jadi pak Presiden perintahnya kita gak boleh kekurangan. Jadi disiapkan aja. Kita siapkan cadangan pangan pemerintah Bulog. Kita taruh 200 ribu ton dulu kalau diperlukan masuk, masuk. Jadi tidak tergesah-gesah.

Arief mengatakan, persiapan impor beras sebanyak 200 ribu ton itu hanya untuk saat ini saja. Karena sebentar lagi petani Indonesia akan memasuki masa panen raya.

"Saat ini saja, kita kan sebentar lagi panen raya juga. Harus dipikirkan nanti saat panen raya Bulog masuk barang," ujarnya.

Ia juga mengatakan, persiapan impor itu juga diwanti-wanti jangan sampai masuk ke pasar. Mengingat, keperluannya untuk cadangan beras pemerintah (CBP).

"Kita simpan dulu untuk cadangan gak dijual sembarangan, gak boleh rembes ke pasar bahaya," tutupnya.

Sebagai informasi, sebelumnya diketahui CBP di gudang Bulog terus menipis. Data terakhir yang disampaikan Bulog dan Badan Pangan Nasional, stok CBP tersisa 432 ribu ton dari sebelumnya sekitar 500 ribuan ton.

Bulog sendiri sudah melakukan kerja sama dengan mancanegara dengan menyimpan stok sebanyak 500 ribu ton beras komersil yang berada di luar negeri.



Simak Video "Di Sidang Tahunan MPR, Jokowi Sebut RI Sudah 3 Tahun Tak Impor Beras"
[Gambas:Video 20detik]
(ada/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT