Warga +62 Paling Suka Pakai Aplikasi Transportasi Online Apa? Ini Jawabnya

ADVERTISEMENT

Warga +62 Paling Suka Pakai Aplikasi Transportasi Online Apa? Ini Jawabnya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 07 Des 2022 22:58 WIB
Driver ojol di Bogor (M Sholihin/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Driver ojol di Bogor (M Sholihin/detikcom)
Jakarta -

Aplikasi transportasi dan logistik online kini banyak tersedia di Indonesia. Aplikasi-aplikasi tersebut menawarkan berbagai layanan dengan tujuan memberikan bantuan dan kemudahan bagi penggunanya. Lalu, aplikasi mana yang paling banyak digunakan masyarakat?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dengan tema 'Tren Industri Persepsi Konsumen Jasa Transportasi dan Logistik Online: Transportasi dan Logistik Online Terbukti Tangguh di Gejolak Ekonomi', aplikasi Gojek paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Meskipun konsumen mempunyai lebih dari satu aplikasi transportasi online dan logistik di dalam ponsel pintarnya, Gojek menjadi brand dengan tingkat kepuasan tertinggi dari konsumen. Dalam survei tersebut diketahui sebanyak 82% pengguna transportasi online memilih menggunakan Gojek. Sementara pengguna transportasi online yang memilih menggunakan Grab ada sebesar 53%, Maxim 19,6% dan InDriver 4,9%.

Sedangkan untuk segmen logistik online, pelaku UMKM dan pedagang daring mayoritas juga memilih menggunakan Gojek (GoSend) dengan porsi sebesar 64%, diikuti Grab 42%, ShopeeXpress 28%, Lalamove 18,7%, AnterAja 10,9%, NinjaXpress 7,8%, dan Deliveree 5,4%.

Direktur Riset Indef, Esther Sri Astuti Soeryaningrum mengatakan, Indef melakukan kajian terhadap jasa transportasi dan logistik online lantaran dua pilar ini menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya dari sisi digital. Hasil survei yang dilakukan menunjukkan bahwa industri transportasi dan logistik online merupakan industri yang cukup tangguh, bahkan di tengah-tengah ketidakpastian ekonomi dan saat pembatasan mobilitas saat puncak pandemi COVID-19.

"Permintaan pada layanan transportasi online cenderung stabil dan bahkan meningkat setelah pelonggaran pembatasan mobilitas seperti saat ini dengan frekuensi pemakaian setiap pengguna rata rata 4-12 kali setiap minggunya," kata Esther dalam keterangan tertulis, Rabu (7/12/2022)

Perubahan pola konsumsi masyarakat dari offline ke online yang tumbuh serta mobilitas yang semakin membaik, diprediksi akan membuat permintaan transportasi dan logistik online ke depannya semakin meningkat. Saat ini saja, transportasi online telah menjadi kebutuhan sehari-hari yang terbukti meningkatkan produktivitas dan membuat perjalanan semakin efisien dari sisi waktu dan biaya bahan bakar.

"Bahkan, lebih dari 56% responden juga menyatakan akan tetap menggunakan layanan transportasi online meski tanpa disertai promo, dan 60% responden menyatakan akan meningkatkan penggunaan transportasi online seiring dengan mulai pulihnya mobilitas pasca pandemi," ungkap Esther.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT