Tips Pertahankan Brand Image Bisnis dari Banyaknya Persaingan di Medsos

ADVERTISEMENT

Tips Pertahankan Brand Image Bisnis dari Banyaknya Persaingan di Medsos

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFinance
Kamis, 08 Des 2022 15:07 WIB
BRI
Foto: Tangkapan Layar
Jakarta -

Brand image menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki dalam membangun suatu bisnis. Semakin baik brand image yang dibangun, semakin banyak pula konsumen yang melirik produk/jasa yang Anda jual.

Di samping itu, brand image yang dibangun dengan baik dan kuat juga mampu mendukung keberlangsungan bisnis ke depan. Terlebih di tengah persaingan bisnis dan serangan kompetitor di media sosial saat ini.

Aktivis Brand Lokal yang juga merupakan CEO Gambaranbrand Indonesia Arto Biantoro mengatakan salah satu satu cara agar dapat bertahan dengan brand image dari serangan kompetitor adalah dengan membangun respect.

"Brand (perlu) dibangun dengan respect. Misalnya kita jalan 1-2 tahun, oke. Tapi kalau kita bisa jalan 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun itu respect-nya dibangun," ujarnya dalam acara Ngobrol Pintar BRILianpreneur 2022 yang ditayangkan di detikFinance dan YouTube Bank BRI, Kamis (8/12/2022).

Untuk memperkuat brand image, owner brand perlu membangunnya secara konsisten. Sebab, menurutnya, hal ini akan menjadikan brand image tersebut menjadi top of mind dan memiliki value lebih besar di mata audience.

"Kuncinya nggak ada cara lain selain konsisten, solving the problem, komitmen. Hal ini yang sering kali mempengaruhi sisi emosional. Ini (juga) menjadi tantangan bagi pengusaha milenial, gen z karena teman-teman muda ini akan melewati pekerjaan ini berpuluh tahun ke depan. Nantinya, akan ada kebosanan, lelah, dan 'what's next?' yang akan mempengaruhi keputusan dalam menjalankan usaha," paparnya.

Bangun Brand Image di Media Sosial

Agar dapat bertahan dari serangan kompetitor di media sosial, memperkuat brand image di platform yang sama, yakni media sosial juga penting untuk dilakukan. Dalam hal ini, sebuah brand perlu menciptakan touch point bagi audiens-nya.

"Di dalam dunia brand itu ada yang namanya touch point, jadi cara kita menciptakan persepsi lewat brand image kita. Misalnya cara kita berpakaian, cara kita ngomong, layout kantor, layout studio itu adalah bagian dari touchpoint," katanya.

"Tantangannya adalah bagaimana menciptakan touch point? Untuk membuat brand kita lebih efektif berkomunikasi membangun image kita di media sosial maka touchpoint harus diarahkan ke target market yang tepat dan benar. Dan hal ini kita lakukan secara konsisten bertahun-tahun, baru kemudian image tadi bisa terbangun. Jadi, dalam konteks brand kita bukan nggak boleh ambil pasar yang luas, tapi kita harus fokus dulu ke satu pasar yang kita kuasai baru membesarkan pasar berikutnya," imbuhnya.


Dalam membangun brand, kata Arto, sebuah brand juga perlu melakukan evaluasi, termasuk terkait cara komunikasi di media sosial. Adapun langkah ini dapat dilakukan dengan berbagai hal mulai dari survei atau mengecek data di media sosial.

"Evaluasi adalah mengukur apakah komunikasi yang kita sudah lakukan sesuai nggak dengan pondasi yang udah kita ciptakan karena keduanya saling berhubungan. Apakah yang kita posting bener-bener merefleksikan brand image atau persepsi yang kita mau atau nggak? Caranya gimana? Tanya dan ngobrol sama orang, pakai survey, lihat data dari medsos dan lain-lain," katanya.

"Analisa seperti ini seharusnya dilakukan brand perusahaan, apalagi menjelang akhir tahun untuk mengetahui apakah yang sudah kita komunikasikan sepanjang tahun sudah sesuai tidak," pungkasnya.

(akn/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT