97 Perusahaan Pindahkan Pabrik ke Jateng, Gara-gara Upah Murah?

ADVERTISEMENT

97 Perusahaan Pindahkan Pabrik ke Jateng, Gara-gara Upah Murah?

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 08 Des 2022 15:52 WIB
Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Foto: Istimewa
Jakarta -

Jawa Tengah (Jateng) jadi sasaran relokasi alias lokasi perpindahan pabrik. Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan puluhan perusahaan merelokasi pabrik ke berbagai daerah di Jateng.

Menurut Ganjar, relokasi bahkan ekspansi pabrik tersebut merupakan bukti kepercayaan para investor kepada Pemprov Jateng. Oleh sebab itu kepercayaan para investor harus dijaga dengan menjaga situasi industri yang kondusif

"Ini mesti dijaga dan kami juga sudah mendapatkan informasi beberapa pabrik yang ada di tetangga kiri-kanan sudah mengurangi produksi. Menariknya di Jawa Tengah masih stabil bahkan kemarin kurang lebih ada 97 perusahaan yang relokasi ke Jateng, gede itu," dikutip dari Antara, Kamis (8/12/2022).

Selain itu, Ganjar mengatakan semakin banyak industri masuk ke Jateng maka serapan tenaga kerja makin banyak perimbangan akan terjadi. Perimbangan yang dimaksud salah satunya berkaitan dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang nanti tidak terpaut jauh antara daerah satu dengan lainnya.

"Tentu saja itu akan terjadi jika produktivitas dan kapasitas industri terus terjaga atau konsisten," katanya.

Bicara soal UMK di Jateng, dikutip dari situs Pemprov Jateng (jatengprov.go.id), UMK terendah sebesar Rp1.958.169,69 yaitu Kabupaten Banjarnegara. Sedangkan UMK tertinggi di Kota Semarang sebesar Rp3.060.348,78

"Persentase kenaikan terendah sebesar 6,4% di Kabupaten Kudus, karena pertumbuhan ekonomi pada angka negatif, sehingga sesuai ketentuan kenaikan sebesar inflasi. Untuk persentase kenaikan tertinggi 7,95% di Kota Semarang," tutur Ganjar dikutip dati situs Pemprov Jateng.

Lihat juga Video: Resmikan Pembangunan Pabrik Nikel di Pomalaa, Luhut: Ini Showcase Kita

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT