Investasi Dijegal Suku Bunga

Investasi Dijegal Suku Bunga

- detikFinance
Jumat, 28 Jul 2006 14:34 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan investasi tahun 2006 tidak akan tumbuh sebaik tahun-tahun sebelumnya. BI hanya mematok pertumbuhan 5-6 persen untuk investasi.Atas hal tersebut, Menko Perekonomian Boediono menilai bahwa salah satu hal yang masih menghambat tumbuhnya investasi adalah masih tingginya suku bunga."Investasi ini memang sesuatu yang sangat sulit diprediksi. Salah satu unsur dari investasi itu adalah biaya investasi atau biaya bunga. Kalau bisa menurun, itu adalah sesuatu yang positif," ujarnya usai Salat Jumat di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (28/7/2006).Dalam Laporan Triwulan II yang dipublikasikan hari ini, BI menilai rendahnya kinerja investasi tersebut terkait dengan kemungkinan tidak tercapainya target realisasi belanja modal pemerintah dari yang diperkirakan sebelumnya. Juga disebabkan oleh pemulihan kinerja invesatsi swasta yang tidak secepat harapan semula. Rendahnya kinerja investasi swasta terutama terkait dengan lesunya kegiatan usaha akibat lemahnya permintaan domestik.Untuk investasi pada tahun 2007, BI memrediksi angkanya akan lebih baik yakni sekitar 9,9-10,9 persen. Perbaikan pertumbuhan investasi itu sejalan dengan membaiknya daya beli masyarakat dan juga iklim investasi yang lebih sejuk. Khusus untuk pertumbuhan investasi tahun 2007, Boediono sepakat dengan angka BI. Untuk mewujudkannya, pemerintah akan menempuh sejumlah langkah diantaranya dengan menyejukkan iklim investasi. "Ini yang memang kita belum tahu nanti bagaimana kita bisa mencapai selama satu semester ini dampaknya terhadap minat investasi," ujarnya.Namun pemerintah tidak menargetkan berapa pertumbuhan investasi mengingat investasi harus dilihat dalam jangka waktu yang lebih panjang."Anda menaruh duit, untuk jangka panjang. Itu namanya investasi kan. Jadi mereka itu akan melihat ke depan jangka panjang juga. Misalnya fasilitas pajak yang mulai berlaku 2007 pun, masuk dalam kalkulasi sekarang," jelasnya. Pengaruh kenaikan peringkat oleh S&P? "Kita mungkin melihat menjadi lebih prospektif. Saya kira iya. Saya kira itu satu aspek," tandasnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads