5 Megaproyek Putra Mahkota Arab Saudi MBS, Ada Pencakar Langit Nyaris 500 Meter

ADVERTISEMENT

5 Megaproyek Putra Mahkota Arab Saudi MBS, Ada Pencakar Langit Nyaris 500 Meter

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 10 Des 2022 13:51 WIB
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman alias MBS berpose di Tembok Besar China
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman (MBS) Foto: dok. Reuters
Jakarta -

Arab Saudi berambisi menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Di bawah kepemimpinan Putra Mahkota yang juga Perdana Menteri (PM) Mohammed bin Salman (MBS), Arab Saudi getol melakukan pembangunan.

Sejumlah proyek ambisius sedang digarap oleh negara Timur Tengah tersebut. Arab Saudi berharap proyek yang dibangunnya bisa mendorong investasi dan perekonomian negaranya.

Pembangunan mega proyek oleh Saudi didanai oleh kekayaan kerajaan. Arab saudi mempunyai program Saudi Vision 2030, yang bertujuan mendiversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungannya pada minyak.

Berikut rincian proyek super raksasa Arab Saudi yang sudah dirangkum detikcom.

1. NEOM

Arab Saudi memulai rencana ambisinya dalam membangun struktur gedung pencakar langit terbesar di dunia. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, mega proyek ini akan berlokasi di barat laut kerajaan.

Dikutip dari Al-Jazeera, Rabu (27/7/2022), Proyek bernama The Mirror Line ini memiliki dua bangunan kaca reflektif setinggi 490 meter. Sementara luasnya adalah 120 kilometer atau 75 mil, melintas di sepanjang daerah pesisir, gunung dan gurun.

Kedua bangunan akan terhubung dengan jalan setapak, dan kereta api cepat bakal melintas di bawahnya. Proyek ini diperkirakan menelan biaya hingga US$ 500 miliar untuk penyelesaiannya.

The Mirror Line milik Arab Saudi diproyeksikan mampu menampung 5 juta orang. Saking luasnya, mereka bisa melakukan perjalanan dari ujung bangunan ke ujung lainnya dalam waktu 20 menit.

Dokumen rahasia yang tampaknya dibuat tahun 2021 ini mencakup desain konsep seperti pertanian vertikal irigasi, marina kapal pesiar, dan stadion olahraga yang dibangun hingga 305 meter di atas tanah.

Struktur The Mirror Line akan dibangun di kota canggih Neom milik Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS). Neom diproyeksikan seukuran dengan negara bagian Massachusetts di Amerika Serikat ini menelan anggaran pembangunan hingga US$ 500 miliar.

MBS mengatakan sepanjang 170 kilometer di Barat Laut Arab Saudi akan bebas dari mobil dan jalanan, dengan nol emisi karbon. Untuk lokasi dari The Mirror Line sendiri adalah Teluk Aqaba sampai ke tengah laut.

Pembangunan Neom ditargetkan selesai pada 2030. Sementara The Mirror Line diperkirakan akan selesai dalam waktu 50 tahun.

Sebelumnya, MBS sempat mengatakan keinginannya untuk mendirikan bangunan yang ikonik dan timeless seperti Piramida di Mesir

2. Proyek Laut Merah

Red Sea Project atau Proyek Laut Merah. Proyek ini bertujuan menjadi pemimpin dunia dalam bidang pariwisata.

Dikutip dari Arab News, proyek ini direncanakan menjadi kawasan pariwisata mewah. Dengan total luas kawasan 34.000 km pergi, sebesar 28.000 km persegi memiliki 9 pulau dan akan dibangun berbagai fasilitas mewah.

Di proyek itu akan dibangun 50 hotel super mewah, lalu juga dibangun bandara internasional. Jika proyek ini jadi, diperkirakan akan menyerap 35.000-70.000 pekerja dan menyumbang pendapatan negara per tahunnya US$ 5,9 miliar setara Rp 82,9 triliun.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengungkapkan proyek hotel atau resort yang akan dibangun di kawasan Laut Merah ini akan menggalangkan kawasan ramah lingkungan.

Dia juga ingin konsep hotel yang berada di lautan ini dibangun dengan pemandangan terumbu karang. Jadi konsep desain yang diminta ialah Coral Bloom, ini dirancang oleh arsitektur Inggris terkenal dunia, Foster+Partners. Konsep itu akan dibangun untuk hotel di Pulau Shurayrah.

Mengingat, Pulau Shurayrah adalah rumah bagi sistem terumbu karang terbesar keempat di dunia, karang yang belum tersentuh, dan ada sejumlah besar spesies yang terancam punah. Di pulau itu sendiri akan dibangun 11 hotel.

"Kami berharap para tamu akan terpesona oleh apa yang mereka lihat ketika mereka pertama kali tiba di The Red Sea Project, menikmati pengalaman mewah tanpa alas kaki yang benar-benar mendalam," kata John Pagano, CEO The Red Sea Development Company (TRSDC).

The Red Sea Development Company (TRSDC) merupakan pengambang dari proyek super raksasa Laut Merah. Perusahaan itu baru didirikan pada tahun 2018, dimiliki sepenuhnya oleh Dana Investasi Publik Arab.

Kawasan Laut Merah sendiri memiliki pemandangan yang menakjubkan, menampilkan gunung berapi yang tidak aktif, gurun, dan berbagai macam satwa liar dan pemandangan pegunungan.

3 Proyek lainnya di halaman selanjutnya. Langsung klik

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT