Dinilai Masih Profitable, Inalum Diserahkan ke RI 2013
Sabtu, 29 Jul 2006 22:09 WIB
Medan - Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan tim untuk membahas rencana pengalihan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) pada tahun 2013. Sejauh ini perusahaan itu dinilai masih dalam kondisi baik. Malah terbuka kemungkinan untuk meningkatkan kapasitas produksinya dan memberikan keuntungan bagi negara.Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sugiharto menyatakan, hasil peninjauan yang dilakukan Sabtu (29/7/2006), ke pabrik perusahaan peleburan alumunium itu menunjukkan, kinerja perusahaan joint venture antara Pemerintah RI dan investor Jepang yang didirikan tahun 1976 ini, masih cukup baik, termasuk mesin-mesin pabrik."Keuntungan perusahaan pada tahun 2005, yang tutup buku pada Maret 2006 lalu, berjumlah US$ 120 juta atau Rp 1,2 triliun. Tetapi karena kumulasi kerugian, maka perusahaan ini belum membayar pajak. Namun tahun depan kemungkinan sudah bisa membayar," kata Sugiharto kepada wartawan di Medan, usai melakukan peninjauan ke pabrik perusahaan yang berada di Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Asahan, sekitar 110 kilometer dari Medan, ibukota Sumatera Utara (Sumut).Menurut Sugiharto, tim yang akan melakukan pengkajian terhadap rencana itu, termasuk mengkaji mengenai tingkat keuntungan yang akan diperoleh setelah tahun 2013 itu. Memastikan tidak ada kanibalisasi maupun penurunan kualitas pabrik."Melihat kondisi yang sekarang, maka saya optimis perusahaan tetap akan memberikan keuntungan beberapa puluh tahun setelah 2013. Kapasitas produksinya baik. Malah bisa ditingkatkan. Persoalannya adalah debit air Danau Toba yang memutar turbin pembakit listrik milik Inalum. Kalau listrik normal, maka produksi normal. Kalau listrik menurun, maka jumlah produksi juga turun," tambah Sugiharto.Potensi meningkatnya produksi Inalum itu, kata Sugiharto, bisa saja terjadi karena pada tahun 2009 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Renun di Dairi akan beroperasi. Air dari operasional PLTA tersebut direncanakan akan mengalir ke Danau Toba. Dengan demikian debit air Danau Toba akan meningkat sehingga pembangkit listrik Inalum yang berkapasitas 603 Megawatt juga akan beroperasi dengan maksimal.Dari sisi hutang Inalum, menteri menyatakan memang masih ada. Tetapi melihat pada skenario pembayaran yang direncanakan manajemen perusahaan, maka sebelum tahun 2013, utang-utang tersebut akan lunas. Dengan demikian dipastikan Inalum tidak akan mewariskan utang.
(ahm/)











































