Pertumbuhan Ekonomi di Bawah 5% Semester I 2006

Pertumbuhan Ekonomi di Bawah 5% Semester I 2006

- detikFinance
Senin, 31 Jul 2006 10:53 WIB
Jakarta - Efek kenaikan harga BBM tahun 2005 ternyata masih terasa hingga kini. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pun masih gamang dan hanya mencatat angka di bawah 5 persen pada semester I 2006.Kalangan DPR pun sudah meminta pemerintah merevisi pertumbuhan ekonomi 2006 yang ditargetkan sebesar 5,9 persen. Sebab untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen pada semester II akan sulit.Namun tampaknya Menkeu Sri Mulyani masih tetap optimistis dengan target pemerintah. Keyakinan itu didasarkan pada optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi semester II 2006 akan lebih baik. "Kami masih berharap growth pada tahun 2006 bisa mencapai 6 persen. Official figures-nya adalah 5,9 persen," jelas Sri Mulyani saat menjadi pembicara kunci dalam Indonesia Investment Forum I di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Senin (31/7/2006).Sri Mulyani optimistis, semester II 2006 akan menjadi titik balik dari tren pelemahan ekonomi Indonesia. Daya beli masyarakat khususnya buruh industri, bangunan dan pertanian sudah mengalami peningkatan setelah mengalami drop akibat kenaikan harga BBM. Begitu juga pada perspektif bisnis sudah mengalami kenaikan. Ia menambahkan, dari tahun ke tahun, pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu meningkat. Jika pada tahun 2004 pertumbuhan mencapai 4,9 persen, maka pada tahun 2005 mencapai 5,6 persen dan tahun 2006 diperkirakan mencapai 5,8-5,9 persen. "Meski mengalami tren positif, kita masih harus melihat per kuartalnya. Dan memang itu menjadi syarat bagi kita untuk menunjukkan tanda-tanda apakah masih stagnan atau apakah mereka mulai konsolidasi atau mereka melakukan kegiatan yang positif bagi perekonomian," urainya. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads