Lembaga Internasional Danai Proyek Tangguh US$ 2,6 M
Senin, 31 Jul 2006 12:40 WIB
Jakarta - Sejumlah lembaga keuangan internasional seperti Japan Bank For International Cooperation (JBIC), Asian Development Bank (ADB) dan international commerce bank berkomitmen memberikan pinjaman senilai US$ 2,6 miliar untuk pengerjaan proyek gas Tangguh, Papua.Penandatanganan pinjaman proyek LNG Tangguh akan dilakukan pada Selasa besok 1 Agustus 2006 di Jakarta."Ya, penandatanganan akan dilakukan besok di Jakarta," kata Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (BP Migas) Kardaya Warnika.Hal itu disampaikan Kardaya di sela acara sosialisasi rencana kerja migas di Kantor Dirjen Migas, Plaza Centris, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (31/7/2006).Menurut Kardaya, pinjaman tersebut berasal dari sejumlah bank, antara lain JBIC, ADB dan ICB.Lembaga keuangan ini akan menyerahkan pinjaman tersebut kepada Kontrak Production Sharing (KPS) yang menjadi operator dari proyek Tangguh yaitu BP Indonesia.Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai lapangan gas di tiga blok di area Tangguh, yakni Weriagar, Berau dan Muturi.Pinjaman direncanakan untuk pembiayaan proses produksi serta proses pengolahan dari gas ke LNG."Dana tersebut juga salah satunya akan digunakan untuk pembangunan kilang LNG," ujar Kardaya.Pinjaman dari lembaga internasional sebesar US$ 2,6 miliar ini akan digunakan untuk kegiatan hilir (downstream) terutama pembangunan kilang LNG. Dijelaskan Kardaya, pendanaan tersebut sebenarnya masih kurang untuk total seluruh proyek gas Tangguh yang mencapai US$ 6,5 miliar.Pihak pengelola, lanjut Kardaya, masih akan berusaha mencari pinjaman atau mencari ekuiti untuk proyek tersebut.Diperkirakan untuk pembiayaan upstream (hulu) terkait dengan produksi gas mencapai US$ 3,5 miliar. Sementara untuk biaya produksi gas nantinya akan dibiayai dari ekuiti KPS.Proyek gas Tangguh di ladang Weriagar, Berau dan Muturi diperkirakan mengandung lebih dari 14 triliun kubik cadangan gas.Indonesia telah menandatangani perjanjian jual beli gas Tangguh dengan China National Offshore Oil Corp (CNOOC).Harga gas yang dijual ke daerah Fujian, Cina itu ditetapkan lebih tinggi US$ 2 per mmbtu dari harga semula US$ 2,4 per mmbtu secara free on board setelah direvisi.Kontrak dengan Cina ini sebanyak 2,7 juta ton per tahun untuk jangka waktu 15 tahun yang mulai dikirimkan pada tahun 2008.
(ir/)











































