Pinjaman US$ 2,6 Miliar Cair
BP Cari Tambahan Dana Tangguh
Selasa, 01 Agu 2006 13:03 WIB
Jakarta - Setelah mendapat pinjaman dari lembaga keuangan dan bank internasional US$ 2,6 miliar untuk pelaksanaan proyek LNG (Liquefied Natural Gas) Tangguh Papua, BP Indonesia akan kembali mencari tambahan dana US$ 900 juta.BP Indonesia menargetkan dapat pinjaman tambahan US$ 900 juta itu pada tahun ini dari bank yang berbeda. Total pendanaan proyek Tangguh yang dikerjakan saat ini mencapai US$ 3,5 miliar untuk kegiatan down stream (hilir). Sedangkan total keseluruhan untuk investasi upstream (hulu)dan down stream (hilir) mencapai US$ 6,5 miliar."Saat ini kita sedang finalisasi tambahan pinjaman tersebut, kita akan mendapatkan pinjaman dari bank yang berbeda," kata Presiden BP Indonesia, Anne Drinkwater.Hal itu dijelaskan Anne dalam konferensi pers usai penandatanganan perjanjian pinjaman antara sejumlah lembaga keuangan dan bank internasional dengan BP Indonesia, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (1/8/2006).Namun, Anne belum mau menyebutkan secara spesifik bank mana yang akan memberikan tambahan pinjaman tersebut.BP Indonesia hari ini menandatangani pinjaman internasional senilai US$ 2,6 miliar. Perincian dana pinjaman itu adalah Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar US$ 1,2 miliar.Asian Development Bank (ADB) sebesar US$ 350 juta dan konsorsium 7 bank internasional sebesar US$ 1,066 miliar.Konsorsium bank terdiri dari The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd, BNP Paribas Singapore Branch, Fortis Bank Nederland, ING Bank, Mizuho Corporate Bank Ltd, Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan Standard Chartered Bank.Menurut Anne, saat ini BP Indonesia sudah melakukan pembangunan 44 persen proyek Tangguh yang diharapkan sudah mulai produksi tahun 2008.Sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, kontrak LNG untuk pembelian dari Fujian, Cina, sebanyak 2 train atau 7,5 juta ton per tahun.Menurut Purnomo, lapangan Tangguh masih memiliki cadangan yang belum dipakai sehingga masih bisa digunakan untuk kebutuhan dalam negeri.Untuk itu Purnomo mengajak para investor yang berminat mengembangkan cadangan gas Tangguh bisa melakukan negosiasi dengan BP Migas.Harga jual LNG Tangguh ke Fujian naik menjadi US$ 3,8 per MMBTU (million metric British thermal unit) dari sebelumnya US$ 2,4 per MMBTU setelah melalui proses negosiasi yang panjang. Proyek gas Tangguh di ladang Weriagar, Berau dan Muturi diperkirakan mengandung lebih dari 14 triliun kubik cadangan gas.Indonesia telah menandatangani perjanjian jual beli gas Tangguh dengan China National Offshore Oil Corp (CNOOC) untuk jangka waktu 15 tahun yang mulai dikirimkan pada tahun 2008.
(ir/)











































