BKPM Sangkal Angka Investasi BI
Selasa, 01 Agu 2006 14:16 WIB
Jakarta - Soal pertumbuhan investasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menepis angka yang dirilis Bank Indonesia. Jika otoritas moneter memperkirakan pertumbuhan investasi 2006 hanya 5-6 persen, BKPM memrediksi pada angka 15,2 persen.Kepala BKPM M Lutfi mengatakan, pihaknya akan mencocokkan terlebih dahulu data-data investasi dengan BI menyusul adanya ketidakcocokan tersebut."Karena mungkin mereka melihat realisasi investasi semester satu 2006. mereka hanya melihat PMA, hanya melihat foreign direct investment saja, tapi local direct investment-nya mereka belum lihat," ujar Lutfi di sela-sela Indonesia Investor Forum, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (1/8/2007).Lutfi mengakui bahwa pada kuartal pertama 2006 memang ada lack aliran dana asing ke Indonesia. Namun pada kuartal kedua, dana-dana asing sudah mulai mengalir lagi ke Indonesia."Dan bulan juli pertumbuhan FDI akan tumbuh di atas 20 persen dibanding bulan yang sama pada tahun 2005," ujarnya yakin.Dalam Laporan Triwulan II yang dipublikasikan pekan lalu, BI memrediksi pertumbuhan investasi tahun 2006 sebesar 5-6%. Lambatnya pertumbuhan investasi ini menurut BI diakibatkan oleh tidak tercapainya target realisasi belanja modal pemerintah dari yang diperkirakan sebelumnya.
(qom/)











































