Surplus Perdagangan Turun
Ekspor RI Kembali Catat Rekor
Selasa, 01 Agu 2006 15:14 WIB
Jakarta - Indonesia kembali mencatat rekor ekspor tertinggi dalam sejarah. Selama Juni 2006, RI mencatat nilai ekspor sebesar US$ 8,48 miliar atau naik 1,7% dibanding ekspor Mei."Ini adalah lebih tinggi memang sedikit dari bulan Mei lalu. Kalau Mei dianggap tertinggi selama Indonesia berdiri, ini lebih tinggi sedikit dari bulan lalu," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Selasa (1/8/2006).Ekspor Indonesia selama semester I 2006 mencapai US$ 46,92 miliar atau naik 15,14 persen dibanding periode yang sama tahun 2005.Ekspor Non-Migas Juni 2006 mencapai US$ 6,71 miliar, naik 2,38% dibanding Mei 2006. Dan selama satu semester I 2006 mencapai US$ 36,51 miliar atau naik 14,4%.Peningkatan ekspor non migas terbesar selama Semester I 2006, terjadi pada lemak & minyak hewani/nabati (CPO), batubara, karet & barang dari karet dengan pertambahan nilai sebesar US$ 2,15 miliar atau 46,69% dari seluruh pertambahan ekspor Non Migas.Untuk nilai impor Indonesia Juni 2006 mencapai US$ 5,67 miliar atau meningkat 12% dibanding Mei 2006 sebesar US$ 5,06 miliar. Sedangkan selama semester I 2006 nilai impor US$ 28,84 miliar atau meningkat 1,31% dibanding periode yang sama tahun 2005 sebesar US$ 28,46 miliar.Dengan demikian surplus perdagangan tercatat sebesar US$ 2,81 miliar. Angka itu berarti lebih rendah dibandingkan surplus perdagangan bulan Mei yang mencatat angka US$ 3,28 miliar.
(qom/)











































