Menneg BUMN: Privatisasi Bukan 'Asingisasi'

Menneg BUMN: Privatisasi Bukan 'Asingisasi'

- detikFinance
Selasa, 01 Agu 2006 16:21 WIB
Jakarta - Privatiasi BUMN bukan merupakan upaya 'asingisasi' BUMN. Privatisasi merupakan upaya untuk meningkatkan kinerja BUMN yang dijual.Hal itu ditegaskan Menneg BUMN Sugiharto dalam Indonesia Investor Forum di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (1/8/2006)."Sebagian orang mengatakan ini asingisasi, saya tidak sependapat, tujuan privatisasi tadi sudah jelas kan antara lain memang penyebaran kepemilikan, tapi yang tidak kalah penting adalah peningkatan kinerja perusahaan," tegasnya.Pemerintah sebagai pemegang saham diuntungkan dari privatisasi ini. Dengan peningkatan kinerja BUMN akan meningkatkan produktifitas, efisiensi, menyerap lebih banyak banyak tenaga kerja, dan meningkatkan produksi nasional, dan penerimaan pembayaran pajak"Perusahaan yang sehat, perusahaan yang sudah IPO cenderung membayar pajak lebih taat dan tentu membayar pajak lebih besar dari pada tidak di IPO," ujarnya."Saya tidak nyatakan anti privatisasi, saya hanya menggunakan mengelola yang disebut politik birokrasi dan politik politisi," imbuhnya.Sugiharto pun memaparkan rapor BUMN yang sudah diprivatisasi. Dari 26 transaksi privatisasi di 20 BUMN, selang 3 tahun setelah diprivatisasi return on sales meningkat dari 9,15 persen menjadi 24,66 persen.Total produksi (Output) melambung dari 76,08 persen menjadi 142,56 persen, dan debt equity ratio (DER) dari 413,44 persen menjadi 203,77 persen.Contohnya Telkom yang sekarang bisa dipertandingkan dengan Telekom Malaysian ataupun Singtel. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads