Harga Minyak Loncat di Atas US$ 75
Rabu, 02 Agu 2006 12:14 WIB
Singapura - Harga minyak mentah dunia kembali melonjak hingga di atas US$ 75 per barel dipicu oleh memudarnya harapan perdamaian di Timur Tengah. Ditambah lagi oleh sentimen munculnya badai tropis di AS.Pada perdagangan Rabu (2/8/2006) di Asia, kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman September naik 39 sen menjadi US$ 75,3 per barel. Harga minyak pada Selasa, sempat menembus US$ 75,45 per barel, yang tertinggi sejak 18 Juli.Sementara minyak jenis Brent naik 33 sen menjadi US$ 76,22 per barel, dan sempat menembus US$ 76,58 per barel yang juga tertinggi sejak 18 Juli."Sepertinya saat ini konflik di Timur Tengah akan berlangsung dalam waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan orang, terutama prospek gencatan senjata," ujar Dariusz Kowalcyk, analis investasi strategis dari CFC Seymour di Hong Kong seperti dilansir AFP.Kehadiran badai topan Chris juga menambah kegugupan pasar. Para pialang masih trauma badai itu akan kembali menghantam fasilitas perminyakan AS di Teluk Meksiko yang baru saja pulih setelah didera badai tahun lalu."Ini sangat potensial mengancam instalasi gas dan minyak. Kami tidak tahu kemana badai itu akan pergi dan intensitasnya. Jadi badai ini masih menjadi ancaman," ujar Kowalczyk.
(qom/)











































