Pembiayaan Migas Pengusaha Lokal Baru 10%
Rabu, 02 Agu 2006 14:11 WIB
Jakarta - Peran pengusaha migas nasional untuk kegiatan eksplorasi sangat kecil. Ini terbukti dari biaya produksi migas nasional sebesar US$ 7 miliar per tahun, baru 10 persen yang dinikmati perusahaan nasional."Sebanyak 90 persen semuanya lari keluar negeri dan dinikmati perusahaan asing," kata Ketua Kaukus Migas Nasional, Effendy Siradjudin.Hal itu disampaikan Effendy, dalam konferensi pers usai peluncuran Indonesia Incorporated 2020 di sektor migas, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (2/8/2006).Maka itu Kaukus Migas Nasional berharap pemerintah dan legislatif bisa merumuskan kebijakan nasional, dalam kerangka implementasi UU Migas No 22 tahun 2001 untuk bisa meningkatkan peran yang lebih besar bagi pengusaha nasional.Dengan kebijakan itu diharapkan peran pengusaha nasional bisa lebih besar. "Kita harapkan bisa 30 persen atau mendekati 50 persen," urainya.Sementara Ketua Komisi VII DPR Agusman Effendy mengatakan, peran pengusaha nasional sangat penting dalam industri migas. Terlebih lagi pemerintah memang berkeinginan untuk meningkatkan produksi minyak nasional hingga 1,3 juta barel per hari pada tahun 2009.Namun Agusman mengingatkan, soal kemampuan pengusaha nasional. Pasalnya,pengelolaan migas tidak hanya masalah pengembangan dan alat produksi tapi juga modal. "Apa mau bank nasional kita membiayai eksplorasi yang hasilnya belum ketahuan. Investasi di sektor properti aja yang ketahuan ada tanahnya sulit dapat modal. Apalagi di bisnis eksplorasi yang belum tentu pasti hasilnya," papar Agusman.
(ir/)











































