Debt Swap Mesti Dikejar Terus

Debt Swap Mesti Dikejar Terus

- detikFinance
Jumat, 04 Agu 2006 11:08 WIB
Jakarta - Pemerintah didesak untuk terus mengupayakan program penghapusan utang (debt swap) dari negara donor. Debt swap perlu untuk mengurangi utang luar negeri yang bejibun.Indoesia pada Kamis, 3 Agustus telah menandatangani perjanjian debt swap dengan Jerman sebesar 25 juta euro. Supaya bisa memperoleh penghapusan utang dari Jerman, Indonesia diwajibkan untuk mendanai kegiatan di bidang lingkungan hidup sebesar 12,5 juta euro. "Itu kan langkah terobosan yang baik. Banyak sekali yang bisa diswap, apakah itu untuk kemiskinan atau untuk tujuan Millenium Development Goal's," ujar anggota Komisi XI DPR RI Dradjad Wibowo dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (4/8/2006).Pemerintah Indonesia harus merayu Bank Dunia dan Jepang supaya mau memberikan debt swap. Mengingat dua donor ini merupakan penyumbang terbesar bagi Indonesia."Itu target terakhir. Debt swap dengan Jerman merupakan langkah awal yang bagus," katanya.Total utang luar negeri dan dalam negeri Indonesia per kuartal IV 2005 mencapai US$ 133,5 miliar. Jepang menduduki peringkat pertama sebesar US$ 25,58 miliar Meskipun pendapatan per kapita Indonesia naik menjadi US$ 1.500, bukan berarti peluang mencari penghapusan utang menipis. "Meskipun pendapatan naik, tapi kantong kemiskinan masih banyak, nah debt swap bisa dialihkan ke sana," ujarnya.Pemerintah pun bisa mengajukan program pencegahan kegiatan terorisme supaya memperoleh penghapusan utang. Pakistan meminta proyek yang serupa dan mereka berhasil. "Bahkan Pakistan pun memperoleh haircut utang," imbuhnya. (ddn/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads