SBY Tawarkan Proyek Infrastruktur Pada Singapura
Minggu, 06 Agu 2006 16:16 WIB
Singapura - Pemerintah Indonesia saat ini tengah berupaya memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Perbaikan iklim investasi diharapakan akan meningkatkan arus modal dari Singapura.Salah satu poin penting dalam peningkatan iklim usaha adalah pemberantasan korupsi yang selama ini menghambat investasi asing.Haltersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat jamuan makan siang dengan para pengusaha Singapura."Kami sangat serius untuk memperbaiki berbagai hal," ujarnya seperti dilansir AFP, Minggu (6/8/2006). SBY berada di Singapura selama dua hari dalam rangka kunjungan kerja. "Kami menawarkan beberapa peluang kepada partner Indonesia di Singapura dalam pengembangan infrastruktur seperti listrik, dan proyek infrastruktur lainnya," tawarnya.Setelah bertemu dengan para pengusaha Singapura, SBY dijadwalkan bertemu dengan PM Singapura Lee Hsien Loong dan Lee Kuan Yew. Singapura telah menjadi rekan perdagangan ketiga terbesar bagi Indonesia pada tahun 2005. Dengan nilai transaksi 54,2 miliar dolar Singapura atau sekitar US$ 33,9 miliar, naik 11,5 persen dari tahun 2004.Negeri Singa ini pun merupakan investor terbesar dengan nilai investasi mencapai US$ 3,9 miliar. Lengan investasi pemerintah Singapura yakni Temasek Holding aktif berinvestasi di Indonesia.Selain itu, pada bulan Juni 2006, Ri dan Singapura sepakat membentuk Kawasan Ekonomi Khusus di tiga kawasan yakni Bintan, Batam dan Karimun untuk merevitalisasi investasi.
(ddn/)










































