Kemarau Ganggu Pasokan BBM di Kalimantan

Kemarau Ganggu Pasokan BBM di Kalimantan

- detikFinance
Minggu, 06 Agu 2006 17:13 WIB
Jakarta - Musim kemarau yang melanda menyebabkan pendangkalan sungai di jalur yang dilalui kapal-kapal pengangkut BBM di Pulau Kalimantan. Kapal-kapal tongkang tersebut saling berebut untuk mendapatkan waktu yang tepat untuk dapat melalui jalur sungai. Antrian tangker di dermaga pelabuhan khusus Kilang UP V Balikpapan juga cukup tinggi hingga mencapai rata-rata 85 persen.Demikian isi siaran pers dari Kepala Divisi Hupmas PT Pertamina Toharso yang diterima detikcom, Minggu (6/8/2006)."Kedua hal tersebut menyebabkan pengiriman BBM dari Kilang Balikpapan ke Depot Banjarmasin sempat mengalami gangguan," ujarnya. Kapal yang membawa pasokan minyak tanah masuk pada Jumat 4 Agustus mengangkut 1.300 kl minyak tanah. Pertamina pun segera melakukan operasi pasar keesokan harinya. "Penyaluran tetap berjalan dengan normal sambil melakukan operasi pasar dengan bekerjasama dengan RT / RW setempat," imbuhnya.Saat ini stok minyak tanah di Depot Banjarmasin berada pada posisi 1.150 kl dengan kebutuhan rata-rata 442 kl per hari. Stok yang sekarang tersedia da cukup untuk 2,6 hari. Pasokan berikutnya akan masuk hari ini, Minggu (6/8/2006) sebanyak 1.187 kl. "Dengan adanya tambahan stok tersebut kekurangan minyak tanah sudah dapat diatasi," yakinnya.Untuk mengantisipasi terulangnya masalah ini, Pertamina sedang mempertimbangkan untuk menambah fasilitas penimbunan minyak dengan memasang floating storage di muara sungai Barito, Banjarmasin. "Namun, dapat dipahami bahwa biaya untuk floating storage tersebut sangat besar," ujarnya.Mengenai stok BBM nasional, Toharso mengatakan secara umum hingga hari ini stok berada pada level yang aman yakni 20,5 hari. (ddn/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads