Konsumsi BBM Turun 3 Juta KL
Senin, 07 Agu 2006 12:20 WIB
Jakarta - Kenaikan harga BBM Oktober tahun lalu membuat masyarakat mengirit-irit pemakaian BBM. Dampaknya, konsumsi BBM secara nasional pada tahun 2006 diperkirakan turun hingga 3 juta kiloliter (KL).Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai mendampingi CEO ConocoPhilips James Mulva bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (7/8/2006)."Stok BBM sendiri cukup. Kalau tahun ini kita targetkan 40 juta kiloliter, ternyata dari laporan hanya 37 juta kiloliter," ujarnya.Dengan penurunan konsumsi BBM itu, maka jumlah subsidi yang harus dibayar pemerintah pun ikut turun. "Ini menguntungkan bagi subsidi kita, pada asumsi harga yang sama. Syukur-syukur ada anergi alternatif lain yang menggantikan BBM," imbuhnya. Purnomo mengakui bahwa sejak ada kenaikan harga BBM, masyarakat terus melakukan efisiensi penggunaan BBM. Sementara masyarakat di pedesaan banyak yang beralih menggunakan arang, briket batubara dan kayu bakar.Konversi BBM PT PLNMengenai konversi penggunaan BBM oleh PT PLN (persero), Purnomo mengatakan bahwa pengganti BBM yang paling efektif adalah batubara. Namun khusus untuk pembangkit yang menggunakan diesel, hanya bisa digantikan oleh gas."Diesel tidak bisa di-switch ke batubara, bisanya hanya ke gas. Jadi seperti di pembangkit Gresik, nanti ada pasokan gas dari north Bali. Sekarang baru dikembangkan," jelas Purnomo.Mengenai Bahan Bakar Gas (BBG), Purnomo mengaku bahwa hingga saat ini belum bisa menarik masyarakat meski harganya terus diturunkan. "Masyarakat belum tertarik, padahal harga BBM sudah diturunkan," tandasnya.
(qom/)











































