Jakarta Rayu Investor Lewat Jivest

Jakarta Rayu Investor Lewat Jivest

- detikFinance
Senin, 07 Agu 2006 13:18 WIB
Jakarta - Jakarta memang punya banyak acara internasional mulai dari seni sampai bisnis. Tapi kali ini Pemerintah DKI Jakarta, khusus menggelar Jivest ajang investasi untuk merayu investor.Jakarta International Investment Expo 2006 (Jivest 2006) akan digelar pada 10-13 Agustus 2006 di Jakarta Convention Center (JCC). Acara ini digawangi oleh Badan Penanaman Modal dan Pendayaan Kekayaan Usaha Daerah (BPMPKUD) DKI Jakarta.Jivest 2006 diklaim akan menjadi pameran investasi terbesar yang pernah diselenggarakan di Indonesia.Demikian penjelasan Kepala BPMPKUD, Samsul Hadi dalam jumpa pers di kantor BPMPKUD, Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (7/8/2006).Menurut Samsul, Pemda DKI Jakarta sangat layak menggelar ajang investasi bertaraf internasional karena provinsi ini adalah pintu gerbang investasi di Indonesia."Oleh karena itu kita ingin menarik investor lokal maupun investor asing untuk membuka peluang usaha disini," kata Samsul.Jivest 2006 akan diikuti 26 pemerintah provinsi (pemprov), 36 pemerintah kabupaten/kotamadya, 7 departemen, 4 kawasan pengembangan ekonomi, 17 BUMD dan 33 perusahaan swasta.Selain itu penyelenggara juga akan mengundang 13 negara seperti Thailand, Singapura, Tunisia, Filipina dan negara-negara Uni Eropa."Dengan Jivest 2006 ini diharapkan investor dapat memperoleh informasi langsung dari tangan pertama mengenai potensi dan keunggulan ivestasi di daerah," ujar Samsul.Samsul tidak berani mematok target investasi yang bisa ditarik dalam acara Jivest ini. Dengan alasan investasi yang masuk tidak serta merta langsung datang dalam acara itu, karena perlu penjajakan lainnya.Sementara itu hingga semester I-2006, Pemda DKI Jakarta mencatat realisasi investasi PMA sejumlah 144 proyek dengan nilai US$ 308,79 juta. Sedangkan investasi PMDN sebanyak 12 proyek dengan nilai Rp 1,888 triliun.Samsul berharap, dengan adanya Jivest ini investasi di DKI Jakarta akan meningkat. Investor yang dibidik adalah sektor infrastruktur, manufaktur, properti serta industri yang bersifat padat modal. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads