Cinta Produksi Dalam Negeri Baru Sekedar Pencanangan
Senin, 07 Agu 2006 14:42 WIB
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai kampanye cinta produk Indonesia yang digeber pemerintah baru sekedar pencanangan.Kadin khawatir jika tidak dilakukan tindakan nyata yang saling mendukung, program ini tidak akan bergema di masyarakat.Sehingga perlu pembenahan nyata berbagai aturan pemerintah di sektor industri yang saat ini saling tumpang tindih."Kami himbau pemerintah membuat road map yang integeratif dengan sektor lain, seperti perdagangan dan pertanian, tidak bisa jika hanya konsep dari Departemen Perindustrian (Depperin)," kata Ketua Kadin, MS Hidayat.Hal itu disampaikan Hidayat, menanggapi dicanangkannya kembali gerakkan cinta produk dalam negeri oleh Presiden SBY, dalam acara Pameran Produksi Indonesia (PPI) ke-5 di Pekan Raya Jakarta (PRJ), Senin (7/8/2006).Hidayat menjelaskan, sejak Oktober tahun lalu daya saing industri nasional turun hingga 35 persen. Karena kalah dengan produk impor dari Cina, terutama produk consummer goods.Indikasi ini terlihat dari mulai tergesernya, produk dalam negeri diberbagai tempat perbelanjaan, termasuk di Pasar Tanah Abang. Menurut Hidayat, Pasar Tanah Abang yang dulu dikenal sebagai pusat grosir produk sandang dalam negeri, kini 50 persen barang yang dijual adalah impor dari Cina."Produk Cina ini harganya lebih murah dan kualitasnya relatif lebih baik. Saat daya beli masyarakat kembali pulih tentu mereka akan membeli yang murah ini," ujar Hidayat.Untuk membangkitkan kembali produk nasional yang mampu bersaing, menurut Hidayat mau tidak mau harganya harus bisa ditekan. Sedangkan untuk menekan harga ini tidak cukup hanya dengan pembenahan regulasi. Namun juga diperlukan penghapusan berbagai hambatan penyebab tingginya biaya produksi dan penurunan suku bunga bank."Kita juga akan minta distributor ritel untuk lebih mengutamakan penjualan produk dalam negeri. Demikian juga produsen agar menggunakan bahan baku dalam negeri," kata Hidayat.
(ir/)










































