BKPM Targetkan Investasi Energi Alternatif US$ 1 Miliar

BKPM Targetkan Investasi Energi Alternatif US$ 1 Miliar

- detikFinance
Senin, 07 Agu 2006 17:11 WIB
Jakarta - Meningkatnya tren penggunaan energi alternatif di dunia membawa berkah bagi Indonesia. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan investasi energi alternatif tahun 2007 mencapai US$ 1 miliar."Jika melihat perkiraan pemerintah, BKPM bisa menargetkan untuk tahun depan setidaknya ada US$ 1 miliar akan ditanamkan untuk industri energi alternatif yakni biofuel dan biodiesel," kata Ketua BKPMM M Luthfi.Hal itu disampaikan Luthfi di sela-sela acara penandatanganan kerja sama (MoU) dengan Oxford Business Group (BGO) dalam penyusunan Emerging Indonesia 2007, di Kantor BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (7/8/2006).Menurut Luthfi, target tersebut tidaklah berlebihan karena Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terbesar yang saat ini menguasai lebih dari 11 juta ton CPO. Melimpahnya CPO ini menjadikan Indonesia sebagai power house dalam pengembangan energi alternatif dari bahan CPO.Luthfi optimistis, target investasi US$ 1 miliar akan tercapai karena adanya kesempatan yang terbuka lebar. Hal ini terkait dengan kebijakan sejumlah negara dunia yang meningkatkan penggunaan energi alternatif.Seperti negara-negara Eropa yang menargetkan penggunaan energi non fosil dalam 5 tahun kedepan sebesar 5 persen. Sedangkan di tingkat dunia pada saat itu ditargetkan mencapai 20 persen."Kami melihat setidaknya pada 2007 nanti akan terjadi lonjakan yang tinggi, untuk energi biofuel dan biodiesel," ujar Luthfi.Berdasarkan data BKPM yang mencatat investasi energi alternatif sejak tahun 2004, total investasi sampai semester I-2006 telah mencapai US$ 600 juta.Emerging Indonesia 2007Sementara itu dalam kerja sama dengan OGB, BKPM akan membantu institusi ini untuk meluncurkan laporan Emerging Indonesia 2007.Laporan ini menyediakan layanan berlangganan laporan intelijen ekonomi yang komperehensif terkait perekonomian Indonesia. Distribusi geografis Emerging Indonesia 2007 akan disebar di negara Eropa 24 persen, 28 persen di Amerika Utara, 11 persen Timur Tengah, 26 persen Asia, 6 persen Afrika dan 5 persen kawasan lainnya. Indonesia merupakan negara ke-25 dalam Emerging Market Series yang dikeluarkan OBG. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads