BP Harus Stop Produksi Alaska Hingga Beberapa Bulan
Selasa, 08 Agu 2006 10:22 WIB
Washington -
Akibat korosi pada jaringan pipa Prudhoe Bay, BP PLC terpaksa menghentikan sementara produksi minyaknya di Alaska hingga beberapa bulan. Harga minyak pun makin 'meriang'Dalam pernyataannya seperti dikutip dari AP, Selasa (8/8/2006), BP mengatakan bahwa setelah menemukan adanya korosi, maka jaringan pipa sepanjang 16 mil di ladang minyak Prudhoe Bay harus diganti.Perusahaan minyak terbesar kedua di dunia itu menemukan adanya perluasan korosi berdasarkan tes yang diperintahkan oleh pemerintah federal menyusul ditemukannya muntahan minyak pada Maret lalu di Prudhoe Bay.BP mengaku cukup kaget menemukan korosi yang menyebabkan penipisan dinding pipa tersebut. BP mengaku sudah 14 tahun tidak menggunakan alat yang dinamakan 'pig' untuk membersihkan jaringan pipanya karena BP tidak percaya hal itu diperlukan.Chairman BP Amerika, Bob Malone mengatakan, skenario paling buruk adalah penggantian pipa akan memerlukan waktu hingga berbulan-bulan. Namun BP menegaskan, pihaknya akan berupaya untuk mengoperasikan sebagian dari jaringan pipa itu setelah diperbaiki.Padahal ladang minyak tersebut adalah salah satu sumber minyak mentah domestik AS. Harga minyak pun melonjak hingga US$ 2 per barel setelah pengumuman dari BP tersebut.Penghentian produksi itu menyebabkan AS kehilangan suplai minyak hingga 400.000 barel per hari atau sekitar 2,6 persen suplai nasional AS.Mau tak mau, kondisi ini juga berpengaruh terhadap harga minyak dunia karena AS merupakan konsumen terbesar di dunia. Pada penutupan perdagangan kemarin, harga minyak jenis light untuk pengiriman September naik hingga US$ 2,22 per barel atau sekitar 3 persen menjadi US$ 76,98 per barel. Harga minyak jenis ini sempat melonjak hingga US$ 77,3 per barel, atau tertinggi sejak 14 Juli.Sementara minyak jenis Brent naik US$ 2,13 ke level US$ 78,3 per barel.BP sendiri mengaku belum tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengganti pipa-pipa tersebut. Pada kuartal terakhir, BP mampu mencetak laba hingga US$ 7,3 miliar."Kami memperkirakan perlu waktu sekitar 2-3 bulan untuk mengoperasikan kembalo jaringan pipa ini," ujar Bruce Lanni, analis industri dari AG Edward.Namun ia menegaskan bahwa tidak ada jaminan bahwa pipa itu akan kembali ke kapasitas awal mengingat kompleksitas dan umur dari penampung."Jadi kami tidak akan surprise jika area itu kehilangan volume sekitar 5-10 persen," tambah Lanni.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































