Duh! Orang Miskin di Solo Naik 100%

Duh! Orang Miskin di Solo Naik 100%

- detikFinance
Selasa, 08 Agu 2006 15:55 WIB
Solo - Hingga paruh pertama tahun 2006, jumlah penerima dana asuransi kesehatan warga miskin (Askeskin) di Kota Solo telah meningkat dua kali lipat dibanding jumlah tahun 2005. Hingga bulan Juni, PT Askes Surakarta telah menyalurkan dana Askeskin sebesar Rp 40 miliar. "Hingga bulan Juni 2006 dana yang sudah tersalur Rp 40 Miliar. Jumlah itu di luar dana klaim perawatan korban gempa yang diajukan sejumlah rumah sakit," ujar Manager PT Askes Surakarta, Handaryo, kepada wartawan di Solo, Selasa (8/8/2006). PT Askes Surakarta membawahi lima daerah yaitu Kota Solo, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, dan Wonogiri. Dia mengatakan bahwa ada peningkatan jumlah warga miskin secara signifikan di berbagai daerah. "Tahun 2006 ini jumlah jumlah warga miskin yang mendapatkan Askeskin yang dilayani PT Askeskin Surakarta mencapai 1,1 juta jiwa dari 700 ribu jiwa pada tahun 2005. Khusus di kota Solo, tahun 2006 meningkat menjadi 150 ribu jiwa dari jumlah 70 ribu jiwa pada tahun 2005," paparnya. Dipastikannya jumlah itu masih akan bertambah lagi karena pihaknya masih akan menerbitkan kartu Askeskin baru, seiring dengan penentapan data warga miskin baru yang dilakukan oleh masing-masing kepala daerah. Semain cepat penetapan data, semakin cepat pula kartu ditertbitkan. Selama menunggu penetapan tersebut, kata dia, warga miskin di daerahnya akan tetap dilayani jika mempunyai surat keterangan sebagai warga miskin yang dikeluarkan pemerintah setempat. "Kami berharap pemerintah daerah masing-masing segera menetapkan jumlah peserta Askeskin, karena sesuai dengan SK Menkes No 332/2006 penerbitan kartu Askeskin harus ada penetapan dari bupati/walikota dengan mengacu pada data yang dimiliki BPS," ujarnya. "SK itu baru diterima akhir Juni lalu sehingga memang masih perlu sosialisasi. SK itu harus dijadikan dasar bupati/walikota untuk menyeragamkan data masyarakat miskin, karena selama ini data yang dipakai sering berbeda. Menkes memutuskan data yang dipakai adalah dari BPS," lanjutnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads