Anggota Kongres AS Kecam BP

Produksi Minyak Alaska Distop

Anggota Kongres AS Kecam BP

- detikFinance
Rabu, 09 Agu 2006 10:00 WIB
New York - Anggota kongres AS dibuat berang oleh insiden penghentian produksi minyak Alaska milik BP PLC, setelah ditemukannya korosi di jaringan pipa Prudhoe Bay, Alaska. Mereka tidak habis pikir bagaimana sebuah perusahaan yang berhasil meraup keuntungan sebesar US$ 6,1 miliar selama kuartal II-2006 tidak meng-upgrade jaringan pipa yang sudah uzur.Muntahan minyak di jaringan pipa Prudhoe Bay yang ditemukan Maret lalu, hanya setahun setelah muncul ledakan di kilang minyak BP di Texas City yang menewaskan 15 orang."Kongres AS punya kewajiban untuk mengadakan hearing untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," cetus anggota Kongres dari Partai Demokrat, John Dingel seperti dikutip dari AFP, Rabu (9/8/2006)."Juga diketahui hukum dan aturan apa yang perlu ditingkatkan untuk menjamin masalah pipa seperti ini bisa segera ditemukan dan cepat diperbaiki," tambah Dingel yang juga yang juga seorang anggota senior Komite Energi Kongres AS.Ketua Komite Energi Kongres AS Pete Domenici mengaku dirinya 'terganggu' dan 'prihatin' atas langkah BP."Saya mendesak manajemen BP untuk menangani secara cepat masalah infrastruktur yang sangat serius ini," ujar Domenici yang berasal dari partai Republik ini.Sementara anggota kongres dari Partai Demokratik lainnya, Ed Markey menuduh BP mengalami 'mismanajemen kronis'. Ia juga menilai kesalahan BP 'menyedihkan'.BP kini tengah berpacu memperbaiki jaringan pipa sepanjang 26 kilometer, dari total sepanjang 1.287 kilometer di Prudhoe Bay. Perbaikan itu harus dilakukan setelah ditemukan adanya muntahan minyak pada Maret lalu.Hasil penyelidikan menyatakan ditemukan adanya korosi pada pipa yang sudah terpasang sejak tahun 1977 itu. Perbaikan itu menyebabkan BP harus menghentikan sementara produksi minyaknya di Lereng Utara Alaska. Hal itu menyebabkan pasokan minyak dari AS berkurang hingga 400.000 barel per hari.Chairman BP Amerika Bob Malone mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk tetap mengoperasikan sebagian ladang minyaknya."Kami sekarang telah mengambil keputusan untuk mengganti transit minyak utama jaringan di Prudhoe Bay," tambah Malone dalam pernyataannya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads