Krisis BBM Banjarmasin-Lombok Teratasi Kamis
Rabu, 09 Agu 2006 11:22 WIB
Jakarta -
Pertamina memastikan krisis BBM yang terjadi di Banjarmasin dan NTB dapat teratasi sepenuhnya pada Kamis besok.Pertamina akan melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi krisis BBM di sejumlah wilayah Indonesia di antaranya dengan menambah armada kapal pengangkut BBM. Hal itu diungkapkan Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya, dalam jumpa pers di Kantor Pusat Pertmaina, Jalan Perwira, Jakarta, Rabu (9/8/2006).Pertamina telah merencanakan suplai BBM ke lokasi krisis di Kalimantan dengan mengalihkan supply point beberapa depo di Kalimantan dan Kotabaru.Menurut Hanung, krisis BBM yang terjadi di wilayah Kalimantan terjadi karena tingginya tingkat antrean di Kilang Balikpapan yang mengakibatkan kapal harus menungggu lama antrean muat.Selain itu juga terjadi pendangkalan di Sungai Barito yang menyebabkan kapal mengalami dead flight atau muatan tidak penuh karena harus menunggu air pasang.Sedangkan krisis BBM yang terjadi di NTB khususnya Ampenan disebabkan karena terhambatnya suplai BBM ke supply point di depo Ampenan, yaitu dari terminal transit Manggis di Bali akibat kerusakan pada dermaga serta cuaca yang buruk. Kondisi ini mengakibatkan BBM yang akan masuk ke terminal transit di Manggis Bali harus diangkut dengan kapal yang lebih kecil.Untuk mengatasi hal tersebut, Pertamina merencanakan suplai dengan menggunakan kapal kecil yang berkapasitas 17.000 ton.Seperti pengiriman kapal MT Kerta untuk premium sebesar 500 kiloliter (kl) pada Selasa kemarin (8/8/2006). Sedangkan pada hari ini dikirim kapal MT Katomas yang berisi solar 1.000 kl.Kapal MT Plaju yang mengangkut 2.000 kl premium akan dikirim pada Kamis besok. Sedangkan kapal MT Klawotong diberangkatkan pada 11 Agustus dengan mengangkut premium dan kerosin masing masing 2.700 kl.Pertamina juga akan menambah kapal tipe GT untuk suplai BBM ke terminal transit Manggis serta menambah tanker tipe kecil untuk memperlancar distribusi BBM ke depo-depo di NTB.Tambah StokPertamina juga berniat meningkatkan stok BBM dari sekitar 20-22 hari menjadi 22-23 hari. "Saat ini stok BBM secara nasional dalam kondisi aman yakni di level 22,8 hari," kata Kepala Divisi BBM Pertamina Sjaleni Sutomo.Untuk peningkatan stok BBM, Pertamina kemungkinan akan melakukan penambahan impor BBM mulai Agustus-September. Meski angkanya belum dipastikan, namun khusus untuk premium kemungkinan angkanya mencapai 400 metrik ton.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































