Sumbar Byar Pet, Warga Geram

Sumbar Byar Pet, Warga Geram

- detikFinance
Rabu, 09 Agu 2006 15:18 WIB
Padang - Pemadaman bergilir ternyata masih berlangsung di wilayah Sumbar. Warga pun semakin jengkel karena aktivitasnya terganggu plus harus menderita kerugian yang tidak kecil.Kejengkelan terutama membuncah di kalangan warga yang berprofesi sebagai pedagang dan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Di kota Padang, selain menyebabkan banyak aktivitas terganggu, sejumlah pedagang mengaku semakin kesal karena pemadaman listrik berkepanjangan berdampak cukup besar terhadap omzet usaha mereka."Saya berkali-kali harus menanggung rugi akibat tidak dapat menyelesaikan pesanan konsumen tepat waktu. Dalam seminggu terakhir, sedikitnya selusin spanduk tidak jadi dijemput pemesan karena terlambat selesai," ujar Enzi Syah, salah seorang pengusaha advertising ketika ditemui detikcom di tempat kerjanya di Kelurahan Pasir Kandang Padang, Kamis (9/8/2006).Bukan hanya Enzi, sejumlah pengusaha fotocopy juga mengeluh karena sejak pemadaman listrik bergilir beberapa waktu lalu, omzet usaha mereka merosot drastis hingga 40-50 persen. Hal senada juga disampaikan sejumlah pengusaha warnet. Disamping penurunan omzet pemadaman listrik secara tiba-tiba juga ditakutkan merusak peralatan komputer mereka."Saya tidak tahu masalah PLN itu apa. Kalau memang pemadaman bergilir dilakukan karena kerusakan pembangkit, kenapa harus menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memperbaikinya," ujar Hendra, salah seorang pemilik kedai fotocopy di kawasan Air Tawar Padang.Humas PLN Wilayah Sumbar, Yusman Rajo Mudo, ketika dihubungi detikcom mengatakan, Sumbar mengalami defisit listrik sebesar 50 MW per hari dan pada beban puncak mencapai 350 MW. Kekurangan itu tidak mampu lagi dipenuhi oleh sejumlah pembangkit yang beroperasi."Kapan pemadaman bergilir akan dihentikan belum dapat dipastikan. Saat ini, satu pembangkit di PLTU Ombilin yang mampu memasok 100 mega watt (MW) masih diperbaiki. Selain itu, menyusutnya debit air di Danau Singkarak, Danau Maninjau dan Danau Koto Panjang membuat kita semakin kesulitan," ujarnya.Dikatakan Yusman, pihaknya berharap agar masyarakat maklum dan melakukan langkah-langkah penghematan listrik. "Bila sedang tidak terlalu dibutuhkan, peralatan yang menggunakan energi listrik sebaiknya dimatikan," demikian Yusman Rajo Mudo. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads