Anggaran Turun, Kementan Kurangi Lahan Tanam Kedelai 2023

ADVERTISEMENT

Anggaran Turun, Kementan Kurangi Lahan Tanam Kedelai 2023

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 24 Jan 2023 13:51 WIB
Bulog salurkan 100 ton kedelai dengan harga rendah yang akan didistribusikan ke perajin di Jabar. Distribusi kedelai akan melalui Primkopti di sejumlah wilayah.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Pertanian menurunkan luasan penanaman kedelai tahun 2023. Penurunan ini terjadi karena anggaran untuk penanaman kedelai berkurang dari tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Suwandi, menjelaskan pagu anggaran 2023 untuk Dirjen Tanaman sebesar Rp 3 triliun, namun berkurang menjadi Rp 2,7 triliun.

Penurunan itu termasuk untuk anggaran penanaman kedelai 2023. Lahan penanaman kedelai tahun ini 250.000 hektare. Angka itu berkurang dari 369.00 hektare.

"Anggaran ini realokasi Rp 263 miliar, sehingga pagu total Dirjen Tanaman Pangan menjadi Rp 2,7 triliun di dalamnya sudah untuk kedelai tinggal 250.000 hektare sebelumnya 368.800 ha. Karena realokasi tadi," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Selasa (24/1/2023).

Suwandi menjelaskan, dalam paparannya penanaman kedelai menjadi seluas 250.000 hektare akan menggunakan anggaran sebesar Rp 502,3 miliar. Rinciannya Rp 469,7 miliar digunakan untuk kebutuhan budidaya sedangkan Rp 32,63 miliar untuk pembinaan program kedelai.

Dalam catatan detikcom, target lahan yang mau disiapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seluas 300 ribu hektare (ha). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan hal itu menekan impor kedelai yang hampir 100 persen bergantung dengan impor.

Dalam kesempatan itu, anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai Rp 400 miliar. Bahkan ada rencana lahan untuk produksi kedelai mencapai 600.000 ha.

"Kemudian langkah berikutnya adalah yang sudah disiapkan dari anggaran pemerintah adalah perluasan ke 300 ribu Ha. Itu anggarannya sudah disiapkan Rp 400 miliar dan tahun depan akan ditingkatkan dari 300 ribu Ha ke 600 ribu Ha. Eksisting ada 150 ribu Ha. Dengan demikian angka target produksi 1 juta Ha dikejar 2 atau 3 tahun ke depan," katanya, dikutip lagi Jumat (21/10/2022).



Simak Video "Pupuk Bersubsidi Untuk Negeri "
[Gambas:Video 20detik]
(ada/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT