Wapres Ma'ruf Wanti-wanti Mentan, Singgung Surplus Beras Turun Terus

ADVERTISEMENT

Wapres Ma'ruf Wanti-wanti Mentan, Singgung Surplus Beras Turun Terus

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 25 Jan 2023 11:19 WIB
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mewanti-wanti akan ada krisis pangan dunia yang harus menjadi perhatian Indonesia. Namun, ia menyayangkan surplus beras yang terus menurun sejak 2018. Padahal beras merupakan komoditas penting bagi ketahanan pangan dalam negeri.

Ma'ruf mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa surplus beras dalam negeri terus menurun sejak 2018 4,37 juta ton menjadi 1,74 juta ton pada 2022. Keterangan ini disampaikan saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2023, Kementerian Perhatian.

"Berdasarkan data BPS memang selalu surplus setiap tahun, tetapi perlu menjadi perhatian jumlah surplus beras cenderung menurun dari tahun ke tahun dari 4,37 juta ton 2018 menjadi 1,74 juta ton pada 2022. Saya minta fokus kita agar jangan pada surplus saja, tetapi juga pada besaran angkanya," ujarnya dalam Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2023 yang dihadiri Menteri Pertanian Syahrul yasin Limpor, disiarkan di TV Tani Indonesia, Rabu (25/1/2023).

Ia pun meminta Kementan fokus untuk meningkatkan produksi dan lahan pertaniannya, khususnya beras. Dengan begitu, harapannya surplus beras dalam negeri kembali meningkat.

"Harapannya jumlah surplus terus meningkat dari tahun ke tahun artinya produksi beras juga meningkat dari tahun ke tahun," tuturnya.

Selain itu, Ma'ruf Amin juga menyinggung soal menyusutnya lahan pertanian yang beralih fungsi. Menurutnya, hal ini menjadi ancaman nyata bagi ketahanan pangan dalam negeri, apabila tidak dibarengi dengan upaya menggenjot produksi.

Ia pun meminta kerja sama pemerintah daerah untuk ikut andil dalam mengamankan lahan pertanian di masing-masing daerah. Apa bila memang terpaksa dialih fungsikan, maka Ma'ruf memerintahkan agar lahan pertanian tersebut bisa diganti.

"Apa bila ada satu Kabupaten yang terpaksa dia harus menggunakan sebagian dari tanah pertanian, dia harus mengganti lagi, sehingga jumlahnya tidak akan berkurang secara terus menerus. Saya kira semua pemerintah daerah, gubernur, bupati, kalau mempertahankan lahan ini pasti masalah produksi beras agar bisa kita pertahankan," tutupnya.

(ada/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT