Tutup Acara Online, Menteri PANRB: Tidak Perlu Buang Biaya Besar

ADVERTISEMENT

Tutup Acara Online, Menteri PANRB: Tidak Perlu Buang Biaya Besar

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 25 Jan 2023 13:51 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas
Foto: KemenPAN-RB
Jakarta -

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menutup gelaran ASN Culture Festival 2023. Acara ini telah digelar selama kurang lebih 1 bulan secara virtual.

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas mengaku, dirinya menginstruksikan penyelenggara acara ini agar dilakukan secara minimalis demi menghemat anggaran. Oleh karena itu, salah satu upayanya ialah dengan menjalankan acara ini secara daring.

"Inilah yang mau kita sampaikan. Bukan Pak Alex nggak punya anggaran, anggaran ada tapi kurang. Pertemuan-pertemuan kita kurangi, termasuk hari ini," ujarnya, dalam Penutupan Acara ASN Culture Festival 2023 di The Westin Jakarta, Rabu (25/01/2023).

"Ini memang kita minta anggaran hemat. Sekarang era digital, jadi tidak harus kumpulkan orang di satu tempat yang membuang biaya sangat besar. Yang penting jaringan peserta festival merata. Karena anggaran festival ASN ini kecil," sambungnya.

Anas mengatakan, strategi digitalisasi birokrasi sangat membantu kementerian dalam melakukan efisiensi anggaran. Pasalnya, kegiatan secara tatap muka kerap kali memakan anggaran hingga sangar besar padahal pertemuan dapat secara efektif dilakukan via daring.

"Presiden pernah naik pesawat itu 9 jam, hampir kaya ke Mekah, ke Dubai. Kalau begitu, ini di bulan ke tiga habis uang," katanya.

Oleh karena itu, saat ini pihaknya tengah mendorong peningkatan budaya digitalisasi aktivitas di lingkup instansi pemerintahan, salah satunya lewat peningkatan aktivitas via daring. Ia juga mengaku tidak khawatir, mengingat budaya ini telah mulai berjalan semenjak pembatasan akibat pandemi COVID-19 diberlakukan. Selaras dengan hal ini pula, Anas merasa sudah saatnya para Bupati meningkatkan rapat via Zoom Meeting.

"Mari bersama culture kita, kita rubah. Saya sudah minta para bupati rapat dengan camat nggak harus seluruhnya ke kantor pemda. Camat harus tinggal di kantor kecamatan agar mengorkestrasi perubahan birokrasi di tingkat kecamatan," kata Anas.

"Kalau setiap hari diundang ke kantor bupati, itulah alasan dulu waktu saya jadi bupati, camat-camat nggak mau tinggal di desa, gamau tinggal di Kantor Kecamatan. percuma karena besoknya diundang bupati rapat ke Kantor Bupati," tambahnya.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT