RNI Perluas Bisnis Apotik

RNI Perluas Bisnis Apotik

- detikFinance
Kamis, 10 Agu 2006 11:55 WIB
Jakarta - Perusahaan BUMN yang bergerak di sektor agro industri, farmasi, dan perdagangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) merangkul Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk memperluas pangsa pasar apotiknya.RNI melalui anak usahanya PT Rajawali Nusindo saat ini memiliki 12 apotik Nusindo Farma yang tersebar di Semarang dan Yogyakarta.Kerja sama tersebut dalam bentuk penyediaan tanah dan bangunan oleh UKM, sedangkan isi apotiknya akan disuplai Rajawali Nusindo."Kalau ditambah 8 lagi bagus," kata Dirut RNI Rama Prihandana di sela-sela acara penandatangan kesepakatan antara RNI dengan Asosiasi UKM Pedagang Grosir Keliling Indonesia (APGKI) di Gedung RNI, Jalan Lingkar Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (10/8/2006).Kerja sama dengan APGKI ini meliputi 8 kabupaten di Jawa Barat yaitu Subang, Cirebon, Indramayu, Majalengka, Karawang, Bekasi, Garut dan Bogor.Menurut Rama, kerja sama ini akan berbentuk franchise dengan rasio pembagian keuntungan yang fleksibel."Apakah profitnya 10:90 atau 20:80 tapi ini masih akan tergantung negosiasinya," kata Rama.Pihak yang akan menjadi mitra apotik ini, ungkap Rama, harus betul-betul anggota APGKI."Pertama mereka harus mendaftar ke Ketua Umum DPP APGKI lalu akan diteruskan ke Dirut Rajawali Nusindo untuk dilakukan studi kelayakan," ujar Rama.Pada penandatanganan MoU hari ini sudah ada 160 UKM yang berminat menjadi mitra Rajawali Nusindo.GulaSementara itu RNI juga menandatangani kerja sama pasokan gula dengan APGKI 8 kabupaten diatas.RNI yang memiliki 10 pabrik gula di Jabar, Yogkarta, Jatim dan Sulut menandatangani kerja sama dengan APGKI dalam rangka menekan harga gula di tingkat konsumen, sekaligus memberdayakan UKM.Anggota APGKI membutuhkan 1.000 ton gula RNI per bulan. Dengan MoU ini akan dinaikkan kebutuhannya sampai 2.000 ton pasokan gula RNI.Proses transaksi jual beli menggunakan harga lelang terakhir. Sementara saat ini anggota APGKI melakukan jual beli gula untuk ukuran 50 kilogram. Menurut Dirut PT Rajawali Nusindo B Suwarto, pihaknya akan langsung mendistribusikan gula sebanyak 2.000-2.500 ton per bulan. Dengan target harga gula maksimum 5-10 persen dari harga tender gula. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads