Buntut Pembakaran Al-Qur'an di Swedia, Kuwait Mau Boikot IKEA hingga H&M!

ADVERTISEMENT

Buntut Pembakaran Al-Qur'an di Swedia, Kuwait Mau Boikot IKEA hingga H&M!

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 26 Jan 2023 12:15 WIB
Pasar modern untuk home furnishing asal Swedia di Alam Sutera, Tangerang, Sabtu (5/3/2016).
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Kuwait murka akan tindakan pembakaran Al-Qur'an yang dilakukan oleh politikus Swedia. Buntut kejadian itu, Kuwait mengancam akan memboikot produk Swedia termasuk IKEA, H&M, hingga Spotify sebagai protes atas tindakan tersebut.

Surat kabar Kuwait Al-Anbaa melaporkan, sebanyak 41 anggota parlemen Kuwait yang mengecam pembakaran Al-Qur'an oleh sayap kanan Swedia-Denmark pimpinan Partai Stram Kurs, Rasmus Paludan. Tindakan itu dinilai tidak menghormati kesucian Muslim.

"Juga mengutuk pemerintah Swedia karena memberikan izin untuk melakukan tindakan tersebut dan mengimbau semua anggota parlemen di dunia untuk memboikot pemerintah Swedia dan semua pemerintah yang tidak menghormati nilai-nilai suci umat Islam, menekankan bahwa praktik ini "tidak merusak kesucian umat Islam". Al-Qur'an di hati setiap orang yang beradab," tulis pernyataan dari Kuwait, dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (26/1/2023).

Menteri Luar Negeri Kuwait, Sheikh Salem Abdullah Al-Jaber Al-Sabah, memperingatkan tindakan seperti itu menyinggung perasaan umat Islam di seluruh dunia, dan merupakan provokasi yang berbahaya.

Semua negara Timur Tengah juga mengeluarkan pernyataan kecaman, dan menganggap insiden itu sebagai provokasi serius terhadap perasaan umat Islam di seluruh dunia.

Berkaitan dengan boikot produk Swedia, memang tidak hanya IKEA dan H&M. Produk Swedia sendiri di antaranya yang terkenal adalah Spotify, Vattenfall, Volvo, Skanska, Essity, Ericsson, Electrolux, serta Assa Abloy. Daftar ini dikutip dari laman sweden.se.

Sebagai informasi, beberapa hari lalu demonstrasi anti-Turki dan upaya Swedia untuk bergabung dengan NATO yang terjadi di Stockholm diwarnai pembakaran salinan Alquran. Aksi pembakaran salinan Al-Qur'an oleh Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Denmark Garis Keras.

Beberapa negara Arab, termasuk Arab Saudi, Yordania, Kuwait, dan Turki mengecam pembakaran salinan Al-Qur'an. Aksi Paludan itu pun meningkatkan ketegangan Swedia dengan Turki yang membutuhkan dukungan Ankara untuk masuk ke aliansi militer.



Simak Video "Warga Turki Bakar Bendera Swedia Imbas Pembakaran Al Quran"
[Gambas:Video 20detik]
(ada/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT