Karyawan Amazon di Inggris Mogok Kerja Tuntut Kenaikan Gaji Rp 277.000 per Jam

ADVERTISEMENT

Karyawan Amazon di Inggris Mogok Kerja Tuntut Kenaikan Gaji Rp 277.000 per Jam

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 26 Jan 2023 12:32 WIB
SANTA MONICA, CA - SEPTEMBER 6:  The Amazon logo is projected onto a screen at a press conference on September 6, 2012 in Santa Monica, California.  Amazon unveiled the Kindle Paperwhite and the Kindle Fire HD in 7 and 8.9-inch sizes. (Photo by David McNew/Getty Images)
Foto: GettyImages
Jakarta -

Ratusan pekerja Amazon di Inggris melakukan aksi mogok kerja. Ini menjadi pertama kalinya aksi tersebut dilakukan oleh para pekerja sejak raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu membuka perwakilannya di Inggris.

Aksi pemogokan 24 jam dimulai pada Rabu kemarin, tepat pada satu menit setelah tengah malam. Para pekerja yang mogok kerja akan melakukan aksinya di luar lokasi markas Amazon di Coventry di Inggris sepanjang hari.

Dilansir dari CNBC, Kamis (26/1/2023), pada pukul 6 pagi waktu London, para pekerja digambarkan sedang berkemah di dekat api unggun dan mengibarkan bendera serikat pekerja di luar lokasi Coventry dekat bandara Birmingham, atau yang dikenal sebagai kawasan BHX4.

Serikat Pekerja GMB, salah satu serikat kerja besar di Inggris, menjadi beking para pekerja Amazon untuk melakukan aksi mogok kerja. Mereka memperkirakan 300 karyawan dari total 1.000 di pabrik untuk bergabung melakukan pemogokan.

Para pekerja berencana untuk mengadakan demonstrasi berskala lebih besar mulai pukul 4 sore sampai jam 8 malam waktu London.

Aksi mogok ini terjadi setelah para pekerja tak puas dengan kenaikan gaji sebesar 50 pence per jam, setara dengan kenaikan hanya 5% dan jauh di bawah inflasi.

Amazon mengumumkan kenaikan gaji musim panas lalu. Tetapi pekerja gudang mengatakan kenaikan gagal untuk mengimbangi kenaikan biaya hidup. Mereka ingin perusahaan membayar minimal £15 atau sekitar Rp 277.500 per jam (kurs Rp 18.500).

Mereka juga menginginkan kondisi kerja yang lebih baik. Pekerja Amazon telah menyuarakan keprihatinan tentang jam kerja yang panjang, tingkat cedera yang tinggi, dan kecepatan kerja yang tak henti-hentinya, serta pemantauan karyawan yang agresif dan ditingkatkan teknologi.

Seorang juru bicara raksasa teknologi mengatakan staf yang terlibat mogok kerja mewakili hanya sebagian kecil dari 1% dari karyawan di Inggris. Juru bicara itu mengatakan gaji untuk pekerja gudang Amazon di Inggris telah meningkat 29% sejak 2018.

Mereka juga mengungkit bantuan dari perusahaan yang pernah diberikan satu kali sebesar £500 yang diberikan kepada staf untuk membantu mengatasi krisis biaya hidup.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT