Kredit Hanya Tumbuh 3,72%, Ekonomi Susah Tergerak

Kredit Hanya Tumbuh 3,72%, Ekonomi Susah Tergerak

- detikFinance
Kamis, 10 Agu 2006 15:40 WIB
Jakarta - Pertumbuhan kredit yang hanya sebesar 3,72 persen selama semester I-2006 dinilai belum cukup untuk menggebrak pertumbuhan ekonomi. Jumlah lapangan kerja pun belum banyak bertambah.Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M. Luthfi di sela-sela acara Jakarta International Investment Expo (JIVEST) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (10/8/2006)."Jadi kalau pertumbuhan kredit semester I 3,7 persen, sebenarnya sangat jauh dari cukup. Menurut kami tidak mendukung program pemerintah untuk menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja," katanya. Menurut Luthfi, kredit usaha mesti dipacu lagi sehingga bisa memunculkan pengusaha-pengusaha baru. Luthfi pun membandingkan rasio pemberian kredit di Indonesia yang jauh lebih kecil dibandingkan kredit di negara tetangga."Contohnya Malaysia, jumlahnya lebih dari 100 persen GDP. Sekarang tumbuhnya kredit di Indonesia berapa? Rp 500 triliun. Berarti cuma ada seperenam dari GDP kita. Jadi perbandingannya sangat kecil dengan negara tetangga," tegasnya.Ia pun meminta pemerintah membuat tebobosan baru agar tercipta pengusaha baru yang bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi tinggi."Pertumbuhan ekonomi kan mau tumbuh 6-7 persen per tahun. Kalau tidak ada entreprenur, maka tidak bisa dilaksanakan. Itulah makanya mesti ada kerjasama yang sustainable antara pelaku usaha, pemerintah dan BI yang independen untuk bisa bekerja supaya menciptakan nilai tambah," tambahnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads