Harga Minyak Turun Hingga US$ 2

Plot Pengeboman Inggris

Harga Minyak Turun Hingga US$ 2

- detikFinance
Jumat, 11 Agu 2006 09:59 WIB
New York - Harga minyak dunia justru turun hingga US$ 2 per barel menyusul adanya plot pengeboman pesawat dari Inggris ke AS. Plot pengeboman yang berhasil digagalkan itu diprediksi akan memukul industri penerbangan sehingga akan mengurangi permintan bahan bakar.Selain itu pernyataan dari OPEC soal cukupnya cadangan minyak dunia berhasil menenangkan pasar. Usaha BP untuk tetap mengoperasikan sebagian kilangnya di Alaska membuat harga minyak semakin terdorong turun.Pada perdagangan Rabu (10/8/2006), kontrak utama New York untuk minyak mentah jenis light pengiriman September turun US$ 2,25 menjadi US$ 74 per barel.Sementara di London, minyak jenis Brent pengiriman September juga turun hingga US$ 2 ke level US$ 75,28 per barel.Sebuah plot pengeboman pesawat yang bertolak dari Inggris ke AS berhasil digagalkan. Sebanyak 21 orang diamankan karena diduga terkait peristiwa yang mencemaskan ini. Trauma akan muncul peristiwa serupa 9/11, industri perjalanan dan turisme pun dikhawatirkan akan anjlok. Dampaknya, konsumsi bahan bakar pun akan turun."Ini adalah sebuah ketakutan baru, sama halnya yang terjadi setelah 9/11. Kepercayaan konsumen turun sehingga perjalanan melalui udara berkurang yang pada akhirnya akan mengurangi permintaan bahan bakar," ujar analis dari Fimat, Mike Fitzpatrick. Ia menjelaskan, setelah kejadian 9/11 lalu, harga minyak memang sempat meningkat karena yang menjadi fokus pertama adalah kecemasan soal suplai. Namun selanjutnya harga minyak terus turun karena kepercayaan konsumen turun.Sementara kabar baik dari BP juga turut memicu penurunan harga minyak. "Produksi BP kemungkinan hanya akan dihentikan sekitar 20-30 persen. Jadi sepertinya tidak akan terjadi seburuk yang kita khawatirkan," ujar analis Oppenheimer, Fadel Gheit. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads