Kelangkaan Minyak Tanah Kronis

Dirut Pertamina:

Kelangkaan Minyak Tanah Kronis

- detikFinance
Jumat, 11 Agu 2006 12:52 WIB
Jakarta - Kelangkaan minyak tanah yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia saat ini sudah kronis. Pertamina tidak bisa memenuhi permintaan yang melebihi kuota."Memang kelangkaan minyak tanah itu sudah kronis. Karena minyak tanah itu kuotanya hanya tertentu. Jadi kalaupun suplainya ada, dan di depot cukup, kita batasi karena daerah-daerah punya kuota," tegas Dirut Pertamina Ari H. Soemarno.Ia menyampaikan hal itu usai mendampingi Wapres Jusuf Kalla menerima Menteri Perminyakan dan Gas Kesultanan Oman Mohammed Hamed Saif Al-Rumhy di kantor Wapres, Jakarta, Jumat (11/8/2006).Ari menegaskan, Pertamina hanya akan menyuplai minyak tanah sesuai dengan kuota yang sudah ditetapkan. "Jadi kalau ada permintaan lebih, kita nggak bisa memenuhi suplai melebihi kuota yang ditetapkan," tegasnya.Khusus untuk kelangkaan di Kalteng dan Jambi, menurut Ari hal itu terjadi murni karena masalah pengangkutan. "Karena depot kita di dekat Kota Baru agak masuk sungai. Ini kronis pada musim surut begini," ungkapnya. Pertamina sendiri sudah berencana untuk melakukan relokasi depot tersebut antara lain dengan mengalihkan suplai di Kalsel dengna jalan darat dari Balikpapan. "Tapi ini sulit karena kondisi jalan, banyak timbul kemacetan dan sebagainya," imbuhnya.Untuk masalah kelangkaan di Lombok menurut Ari juga terjadi akibat masalah pengangkutan. "Terminal Manggis kalau cuaca buruk kapal sulit merapat. Dua bulan lalu ada yang memaksakan malah nabrak dok. Ini baru diperbaiki," ungkapnya.Dengan kondisi tersebut, maka kapal mangantri untuk merapat di satu dok. Sementara jika cuaca buruk malah tidak bisa merapat."Jadi memang kondisi infrastruktur Pertamina tidak dalam kondisi yang baik 100 persen, karena kita tidak pernah mengambangkan infrastruktur beberapa tahun terakhir," kilah Ari.Pertamina sendiri baru mulai lagi membangun kilang Balongan dan terminal besar di Cikampek. Pertamina sebenarnya juga berniat memikirkan depot-depot di luar pulau Jawa. "Tapi sebagai perusahaan, kita harus pikirkan sisi keekonomian," tambahnya.Saat ini depot yang mengalami krisis dengan stok hanya tinggal 3 hari adalah Tanjung Wangi (krisis premium), Sintang-Kalteng (premium dan solar) dan Wayame-Ambon (minyak tanah). Sementara stok nasional masih aman sekitar 21,4 hari. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads